Wednesday, March 16, 2016

Kisah Penyakit Diabetes Di Dalam Keluarga



Di keluarga saya penyakit diabetes ini sudah tak asing ,karena banyak anggota keluarga saya yang terkena penyakit ini termasuk alm.ibu saya .Tadinya terpikir ingin menceritakan tentang alm.ibu saya namun hati berkata lain dan rasanya tidak sanggup melihat kebelakang yang di alami alm.ibu saya.


Saya juga minim cerita tentang alm.ibu saya karena beliau meninggal saat saya kelas 6 SD dan yang saya tau tentang penyakit beliau yaitu jantung bocor,anemia dan diabetes.Jadi saya mau share tentang Uwa saya yang kini sudah berusia lanjut dan saat ini beliau menderita beberapa penyakit.


Beberapa hari lalu saya mengunjungi beliau secara ekslusif iya ekslusif dengan membawa sebuah catatan dan kita berdua duduk bareng sambil minum sirup rendah gula.

Sebelum lanjut ke cerita saya mau menjelaskan dulu apa itu diabetes?.
Diabetes adalah suatu penyakit dimana tubuh penderita tidak bisa secara otomatis mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darah.


Ciri -ciri orang terkena diabetes :

  • Sering buang air kecil pada malam hari
  • Sering merasa haus dan lapar
  • Mudah lelah
  • Sering ngantuk
  • Berat badan turun drastis
  • Jika terluka lama sembuhnya
  • Mengalami infeksi keputihan.

Faktor Penyebab Diabetes :
  • Genetik
     Faktor genetik ini termasuk kedalam penyebab terjadinya penyakit diabetes karena jika ada pasien yang menderita diabetes maka bisa jadi menurun ke anaknya.Ya..seperti Uwa saya ini.
  • Berat Badan
     
     Berat badan yang berlebihan atau obesitas ini mudah sekali terkena diabetes.
  • Rokok
     Rokok juga ternyata salah satu menjadi faktor penyebab diabetes .
  • Makanan 
     Makanan yang kaya akan lemak dan gula bisa cepat menyebabkan diabetes.
  • Kurang Gerak / Kurang olah raga.
     Kurang gerak juga dapat memicu diabetes karena kalori dalam tubuh terus menumpuk dan tidak terbakar.


Sedikit itulah tentang diabetes yang saya jabarkan dan lanjut saya ceritakan obrolan saya bersama uwa saya.

Uwa saya mulai terdiagnosa menderita diabetes pada tahun 2008 sehari sebelum kematian suaminya.Pada saat mengurus suaminya di rumah sakit yang kebetulan stroke dan menderita komplikasi lainya akhirnya uwa saya memberanikan diri untuk cek gula,kolesterol,asam urat dan sebagainya.

Uwa saya dulu orangnya cuek dan tidak pernah chek up tubuhnya karena beliau pikir *ya...selama masih bisa jalan dan sehat ya baik -baik saja*.

Nah...setelah di cek dan di ketahui hasilnya sungguh buat dia terkejut bukan kepalang .Hasil chek up semua menunjukkan bahwa ini ada berbagai penyakit yang bersarang di tubuhnya.

"hmmm akhirnya merasakan juga apa yang orang tua rasakan ,mendapat penyakit yang tidak akan sembuh seumur hidup " ,gumam beliau.

Maklum ,alm.kakek saya itu diabetes dan sudah menyebar kemana-kemana mengalami komplikasi dari rusaknya ginjal sehingga harus seminggu 3x cuci ginjal,minum air putih pun di takar .

Gula darah sangat tinggi mencapai 300 begitu juga dengan asam uratnya yang mencapai angka 9 .Dari mengetahui hasilnya mulai lah beliau merubah segala pola hidup yang biasanya dia lalui.


"Uwa nih sekarang ga makan nasi,cukup makan buah dan sayur itu juga di takar ..setiap hari harus minum obat agar gula darah uwa tetap stabil,makanya kamu harus bersyukur tidak sakit diabetes dan kamu juga harus ubah semua gaya hidup kamu menjadi lebih sehat" wejangan beliau kepada saya.

"Jangan segala dimakan tapi makanlah gizi seimbang.Kalau bisa sesekali ganti nasi dengan singkong rebus atau ubi rebus " ,lanjut wejangan beliau sambil hela nafas.



Nah..semenjak di vonis diabetes, mulai dari makan ,minum,jam tidur dan waktu gerak itu di rubah semuanya.Saat ini beliau tidak memakan nasi,beliau hanya memakan oat meal yang di campur buah dan susu.Pokoknya semua asupan uwa saya itu yang 0 kalori dan no gula.Seminggu 3x olah raga ringan ,hanya berjalan santai di sekitar perumahannya.


Tampak terlihat perbedaan antara uwa saya yang beberapa tahun lalu dengan saat ini.Berat badan beliau turun drastis .Dulu berat badan beliau 78 kg dan saat ini 57 kg saja  .

Dulu yang selalu gesit wara wiri kemana aja saat ini jadi mudah lelah .Beliau juga harus menjaga emosi agar tetap stabil karena jika stress meningkat gula darah akan meningkat juga dan beliau akan pusing dan pernah sampai pingsan.
Kalau sudah merasa kepala pening beliau langsung cek gula darah .

Pada tahun 2010 beberapa kali gula darah beliau hampir 220 dan kepala terasa berat.Akhirnya beliau pergi ke rumah sakit untuk suntik insulin agar seimbangnya kadar gula darah dalam tubuhnya.

Yang lebih mengagetkan lagi tahun kemarin anaknya yang sulung (kakak sepupu saya) chek up seluruh badan dan ternyata beliau juga menderita diabetes seperti uwa saya.



Saat ini kakak sepupu saya masih makan nasi namun pakai beras merah atau beras hitam dan makan nasi pun hanya seminggu 3x.Saat ini uwa maupun kakak sepupu saya memiliki alat chek gula darah sendiri karena ini memudahkan mereka tau berapa kadar gula darah mereka dimana pun dan kapan pun.

"Nikmat yang benar benar nikmat yaitu nikmat sehat dan memiliki iman ,jika sudah sakit seperti ini mau makan pun harus di tawar dan dipilih pilih agar gula darah tetap stabil " ,sahutnya sambil memegang tangan saya.


Diabetes itu ternyata menakutkan sekali ya menurut saya karena itu tidak bisa sembuh namun bisa di atasi dengan selalu menjaga gula darah tetap stabil.Dari berbagai kisah keluarga banyak sekali yang saya dapatkan.

Menjalani hidup sehat dan lebih aware pada tubuh sendiri itu penting banget.
Menghargai waktu dan tubuh yang sehat itu penting banget.Dalam hidup jangan terlalu serakah apa saja kita makan dan dalam porsi berlebih karena semua yang berlebihan tidak baik untuk kesehatan.Semoga dengan cerita yang saya bagikan ini kita bisa dapat pelajaran berharga.

Tak hanya menjalankan pola hidup sehat saja ,kita penting juga rutin Cek up seluruh tubuh kita ya minimal 1th sekali .




2 comments:

  1. Yah mak aku nih ,suka yg manis manis. Harus mulai ngurangi ya konsumsi yg manis manis

    ReplyDelete
  2. dan bahayanya diabetes itu bisa menular ke keturunannnya :l

    ReplyDelete