Tuesday, November 22, 2016

Cerita Nonton Langsung Drama Musikal Khatulistiwa


Assalamu'alaikum.
Setelah mengikuti konfrensi press bisa dilihat disini dan melihat Behind The Scene Musikal Khatulistiwa akhirnya saya berkesempatan melihat langsung.Alhamdulillah senang sekali mendapatkan kesempatan menyaksikan secara live tanggal 18 November kemarin di Taman Ismail Marzuki.



Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di Taman Ismail Marzuki ternyata tempatnya keren yoo, ada banyak gedung pertunjukan bahkan ada XXI juga.Ah,,,ternyata saya mainya kurang jauh πŸ˜‚.Menuju Taman Ismail Marzuki saya naik kereta dari Stasiun Pondok Ranji transit di tanah abang lanjut turun di Manggarai dan naik kereta menuju Cikini.Dari Stasiun Cikini saya jalan kaki deh.



Selesai makan siang saya masuk ke Gedung pertunjukan bersama teman blogger.Sebelum masuk ruangan theater kita semua berkumpul di loby.Disana kita disuguhkan penampilan dari para sponsor pendukung Musikal Khatulistiwa.Mereka menyanyi lagu bangsa Indonesia dan beberapa lagu daerah Nusantara.Mereka semua seakan mengajak kita yang hadir mengingat kembali akan lagu-lagu daerah.


Setelah penampilan mereka selesai ada pengumuman pemenang lomba #AksiDariHati yang diadakan oleh Sun Life Indonesia.Yups,, tentunya masih ingat donk dengan postingan saya beberapa waktu lalu? Kalau lupa cek disini ya.Sun Life Indonesia selaku salah satu pendukung Musikal Khatulistiwa ini memberikan hadiah gadjet.Saya senang banget mba Donna Imelda dari Blogger sebagai pemenang utama lomba #AksiDariHati yang diadakan Sun Life.

Selama tadi di loby saya melihat ada beberapa artis ibu kota yang hadir di pertunjukan Musikal Khatulistiwa ini seperti Nadine Chandra W, Dimas, dan lain-lain.Para penonton yang hadir lumayan banyak, tua muda dan anak-anak pun ikut melihat pertunjukan ini.Tak lama pintu theater pun dibuka dan beruntung sekali saya mendapatkan tempat duduk yang cukup strategis.

Sebelum mulai ada kata sambutan dari ibu Tiara selaku founder Josodirdjo Foundation dan dilanjut dengan nyanyian Indonesia Pusaka.Mendengar nyanyian lagu nya saya mulai merinding terlebih suasana dalam theater yang cukup dingin.Awal cerita pahlawan dituturkan oleh sang Ayah yang sedang mengajak camping bersama sang anak lengkap beserta temannya ke pegunungan.Penuturan yang alus seperti mendongeng ini lah yang seolah penyampaian cerita pahlawan ini begitu menyenangkan.






Cerita diawali dengan asal muasal jalan Cadas Pangeran dilanjut dengan menceritakan kisah pahlawan seperti Cut Nyak Dien, Cut Gambang (putri Cut Nyak Dien), Sisingamangaraja, Putri Lopian Sinambela (Putri dari Raja Sisingamangaraja) Sultan Hasanudin,Martha Cristina tiahahu, I Gusti Ketut Jelantik, Dewi Sartika, HOS Tjokro Aminoto, dan saat - saat Proklamasi oleh Ir. Soekarno - Hatta.

Miris sekali ternyata saya baru tahu jika Cut Gambang dan Putri Lopian Sinambela yang merupakan anak-anak pahlawan juga ternyata seorang pahlawan.Mungkin karena tidak sering di blow up atau disosialisasikan apa gimana ya?, apa jangan-jangan saya nya yang kurang aware sama sejarah para pahlawan.


Ada perbedaan masing-masing perjuangan para pahlawan antara pahlawan abad 18-19 dan abad 20.Pada abad 18 para pahlawan berjuang melawan penjajah lebih ke peperangan fisik namun di era awal abad 20 para pahlawan berjuang dengan intelektual yups mereka berperang Intelektual.

Yang lebih membuat saya merinding yaitu ketika di putarnya suara Presiden Ir.Soekarno membacakan teks Proklamasi.Tak hanya itu kita semua disajikan video euphoria masyarakat Indonesia tanggal 17 Agustus 1945.


Sepanjang pertunjukan sesekali saya meneteskan air mata karena banyak kisah heroik yang benar-benar menguras air mata.Bagaimana para Pahlawan berjuang mempertahankan Tanah Air dengan mengorbankan nyawanya sendiri.


Melihat Musikal Khatulistiwa langsung membuat saya makin bangga dan cinta dengan Indonesia terlebih berusaha menghormati jasa para pahlawan.Mulai dari music, pencahayaan, atribut dan akting pemain benar-benar mengena banget dihati saya.

Untuk make up para pemain juga beuuhh keren banget sampai - sampai saya berkali-kali bertanya sama teman " eh itu bener yang jadi Sisingamaraja itu Rio Dewanto??" Saya bertanya karena kok ga mirip Rio Dewanto dan seperti orang lain hehe, benar-benar sukses deh.

Oya,,nyanyian di setiap Pahlawan itu lho enak di dengar.Para aktor selain pintar memerankan sosok pahlawan namun juga mampu membawakan lagu yang enak didengar.Dari dialek bahasa ini keren banget, masing-masing pahlawan menggunakan bahasa daerahnya.Rasa sedih, haru dan juga lucu ada semua di Drama Musikal Khatulistiwa.

Setelah menonton Musikal Khatulistiwa kok saya rada menyesal ya, iya menyesal ga bawa anak-anak hehe.Pasti Shakila dan Kezia seneng banget bisa lihat langsung pertunjukan ini.Selain menghibur anak-anak juga belajar sejarah dengan cara yang cukup asik.Waktu mereka saya kasih lihat behind the scene saja sudah antusias sekali apalagi bisa lihat langsung hehe.Yaj,,semoga saja sekolah Shakila bisa mendapatkan slah satu CD dari 5000 Musikal Khatulistiwa yang akan dibagikan ke Sekolah-sekolah secara gratis.


Selesai pertunjukan saya menuju ruangan prescon disana hadir para pemain pendukung maupun sponsor acara.Disini juga CIMB Niaga memberikan bus Transjakarta untuk DKI. Benar-benar keren ya tak hanya CIMB Niaga saja namun Sun Life Financial Indonesia selaku partner pendukung Drama Musikal Khatulistiwa ini juga banyak sekali yang ia berikan.Misalnya mempromosikan #aksidarihati yang mana mengajak seluruh lapisan masyarakat agar membangkitkan jiwa kepahlawanan dalam dirinya.

Saya sangat bersyukur bisa melihat secara langsung Musikal Khatulistiwa ini.Rasa bangga terhadap negeri dan rasa patriotisme saya cukup bertambah.Sungguh berterimakasih sekali kepada semua pahlawan yang berjuang untuk mempertahankan negeri.Saya berharap semoga akan terus ada seperti Musikal Khatulistiwa ini agar seluruh lapisan masyarakat lebih menghormati jasa para pahlawan dan bisa menjadi pahlawan untuk negeri ini dengan caranya.






35 comments:

  1. Asikkkkk. Terus terang belum pernah nonton yang begutuan mba. Jarang ada pegiat seni seperti itu di daerah saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mas saya seneng banget nontonya.Semoga ya di daerah kamu bisa ada seperti ini.

      Delete
  2. Spectakuler banget ya acara ini mak amel,sayang dilewatkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak seru banget, aku sampe nangis lho nonton nya.

      Delete
  3. merinding loh nontong langsung kemarin, benar-bnar sukses acaranya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mak, musik sama aktingnya itu lho bagus banget.

      Delete
  4. Wah serunya kalau nonton langsung, kok ga ajak aku hehehe

    ReplyDelete
  5. Waaah coba acara begini ada di Sidoarjo. Saya bisa merinding disko karena terharu dengan keseruannya 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Min semoga ada ya pertunjukan seperti ini disana.

      Delete
  6. Makin bangga dan cinta sama Indonesia pastinya setelag nonton

    ReplyDelete
  7. Aku nggak kesampean nonton mba. Moga bisa ada kesempatan buat nonton :)

    ReplyDelete
  8. wah udah lama saya enggak nonton pagelaran musikal kayak gini, teater juga udah jarang. Hidup di lingkungan sendu yah begitu, eh maksudnya sendu-senang duduk (kantoran) hehehe.
    baca tulisan kamu mbak, jadi kepingin jalan-jalan lagi hehehe.
    oh iya kalau kebetulan lagi cari tips fotografi, silahkan mampir ke blog saya loh
    gariswarnafoto[dot]com
    terima kasih artikelnya, yuk mariii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih banyak atas kunjunganya πŸ˜€.

      Delete
  9. membangkitkan rasa nasionalisme. makasih videonya, meskipun ga ntn langsung. ikut menikmati 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes bener bangetbsangat membangkitkan rasa nasionalisme.

      Delete
  10. Bagus tulisannya, kaka, ajarin dong

    ReplyDelete
  11. kerenn yahh mak amell.. jadi pengen maju kepanggung bawaannya

    ReplyDelete
  12. Keren maaak. Kebayang pasti terharu biru deh nontonnya. Bagus ya mak, jd lebih mencintai sejarah deh jadinya ya?!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren banget mak Lisna aku aja sampe terharuuu huhu.

      Delete
  13. Saya sekali nonton teater di TIM, emang keren sih tempatnya. Pingin ksna lg.apalagi drama musikal khatulistiwa pasti keren abis deh, kebayang suasana masa sejarah Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren banget mak, saya aja sampe kebawa suasana.

      Delete
  14. Aku ngakak sewaktu cerita tentang penjajahan Jepang yg ada asu asunya itu bwahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mak, seru banget ada terharu plus lucu juga.

      Delete
  15. Saya juga nggak akan sadar itu Rio Dewanto kalau nggak inget dulu pernah disebutkan perannya sebagai Sisingamaraja. Sukses banget karakternya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. *Toss keren banget make up nya sampe ga ngenalin dia.

      Delete
  16. Aku juga ikut meneteskan air mata di beberapa adegan sedih, yg pahlawannya gugur lah, yg ditangkep Belanda lah, bikin gemeess... ;p

    ReplyDelete
  17. Haha, aku juga ga ngeh kl ada Rio di situ. Kemaren si Rio bener2 ga keliatan kl itu Rio gara2 make up :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sukses yoo make up nya sampe-sampe kita ga ngenalin πŸ˜‚πŸ˜‚.

      Delete

Chicking Ayam Top Dubai Fast Food Halal Rasa Timur Tengah

Assalamu'alaikum. Masih dalam ingatan saya ketika ada kerjaan di Bandara dan itu pertama kalinya menginjak Bandara Soekarno Hatt...