THR Anak-anak




Assalamu'alaikum.
Hari Raya menjadi agenda resmi menunggu THR (Teman Hidup Resmi) #ehh hehe bukan THR Tunjangan Hari Raya yang biasa didapat para karyawan.Saya sendiri bukan seorang karyawan tapi tahun ini alhamdulillah sebelum bulan puasa invoice caiirrrrrr semua dan dapet doorprize plus banjir voucher belanja.Alhamdulillahhhhhhh...

THR ini tidak hanya dinantikan oleh karyawan saja tapi juga anak-anak.Yups anak-anak saya Shakila dan Kezia menanti THR ketika hari raya tiba.Biasanya kalau Lebaran dan Imlek mereka banjir rejeki alias angpao yang mereka terima Alhamdulillah berlimpah.


Banyak anak banyak rejeki begitu pepatah mengatakan dan itu terbukti saat hari raya hehe.Untuk tahun ini THR yang didapat anak-anak cukup banyak, pokoknya Alhamdulillah banget deh.Saya juga sempat merasakan THR mereka, mereka traktir saya makan di restoran hehe.

Sisa THR mereka kemana? Ya di tabungin.Mereka memiliki celengan masing-masing yang sengaja saya berikan.Pokoknya dari kecil saya tanamkan untuk menabung dan hidup hemat.

Sisa THR mereka semua masuk celengan.Bukan apa-apa saya pekerja freelancer yang setiap bulanya tidak menentu pendapatanya jadi menabung merupakan kewajiban untuk bekal masa depan mereka.

Trus kamu ngasih THR ke keponakan? Alhamdulillah tahun ini saya bisa ngasih keponakan dan kebutuhan sembako udah ditutup sama voucher belanja hehe.

Memberi THR menurut saya tidak perlu di lihat besar kecilnya tapi yang penting keikhlasanya.Dari jamam baheula setiap hari besar selalu ada bagi-bagi angpao ya mungkin ada pelajaranya seperti bagaimana berbagi, keikhlasan dan lainya.

Mau nanya tahun ini kamu dapet THR berapa?😂.

1 komentar

  1. Keluarga besar saya dan suami memiliki pandangan berbeda tentang THR. Kalau keluarga besar suami tidak pernah ada tradisi THR. Kebalikannya dengan keluarga besar saya. Jadi mungkin karena itu pula anak-anak terbiasa untuk tidak berharap THR hehehe

    BalasHapus

Hallo, mohon tidak komentar dengan link hidup ya 😉