Thursday, May 5, 2016

Diskusi dan Peluncuran Buku Perkebunan Pemerdekaan Indonesia


Jakarta, selasa 3 Mei 2016 saya menghadiri acara diskusi dan konperensi pers sekaligus peluncuran buku Kumpulan pemikiran Prof. Dr. Ir. Agus pakpahan, APU 'Perkebunan Pemerdekaan Indonesia' . Acara itu berlangsung di Gedung 165 , jl. TB. Simatupang, Jakarta Selatan.

Nara sumber diskusi kali ini yaitu Prof.Dr.Ir Agus Pakpahan,APU , Dewan Pakar Media Perkebunan Ketua Badan Eksekutif GAPPERINDO(Gabungan Assosiasi Petani Perkebunan Indonesia) dan MT Felix Sitorus ,Sosiolog Agribisnis, Center for Smart Agribussines (CeSA) , politeknik Agroindustri Subang.

Sebelum acara diskusi dimulai ada perwakilan dari dirjen perkebunan bapak Dr. Dwi Pratomo Sujatmiko memberikan sambutan kepada peserta diskusi yang hadir.




Tak lama akhirnya diskusi pun dimulai.Pertama pemaparan dari MT Felix Sitorus , saat ini sebanyak 92% perkebunan itu terdapat di luar pulau Jawa.Indonesia memiliki lahan pertanian dan perkebunan cukup luas namun kita tidak bisa mengolahnya hingga Industri kita tidak maju.

Tak bisa dipungkiri saat ini bahwa sektor perkebunan menjadi sangat penting dan menyumbangkan devisa yang tidak sedikit.Meski begitu para petani masih banyak yang hidupnya belum sejahtera karena itu tadi belum bisa mengolah dengan baik.

Seperti saat ini berbicara tentang perkebunan kelapa sawit.Saat ini di Indonesia itu luas area kelapa sawit itu 400 kali kota jakarta ,namun  harga kelapa sawit dibayar murah.Yang seharusnya di harapkan yaitu bagaimana cara mengelola kelapa sawit dengan baik dan tidak hanya memproduksi minyak mentah.

Seperti yang kita ketahui bahwa perkebunan di Indonesia itu hanya menjual bahan mentah dengan harga murah ke luar negeri dan di luar negeri sana bahan mentah dari Indonesia di olah dan menjadi barang yang memiliki harga jual yang lebih mahal dan kemudian di jual kembali di Indonesia.Jadi siapa coba yang lebih sejahtera ?ya sudah pasti orang luar negeri yang mampu mengelola dengan baik bahan mentah dari Indonesia itu.



Jika di bandingkan dengan negara Korea selatan luas lahan Indonesia jauh lebih luas namun saat ini Indonesia tertinggal jauh jika bandingkan dengan Korea Selatan.Korea Selatan dalam kurun waktu 35 th sudah berkembang pesat di perkebunan maupun industri.Perlu diketahui juga nih ya dulu itu negara tetangga Malaysia,Vietnam itu di bawah Indonesia namun saat ini negara tersebut sudah diatas Indonesia dan kita masih tertinggal.

Jika Indonesia ingin mengejar ketertinggalannya maka diperlukan sinergi perkebunan dan Industrilisasi maupun kebijakan pemerintah yang mendukung untuk maju.Perlunya edukasi juga kepada pemilik perkebunan maupun para petani bagaimana mengola hasil lebih baik.



Tentang buku Perkebunan Pemerdekaan Indonesia ini adalah merupakan kumpulan dari Prof. Dr. Ir. Agus Pakpahan , APU .
Cukup menarik isi dari buku ini tentang penjelasan menurut beliau namun ada beberapa kalimat yang membuat saya berfikir "oh iya ya..benar juga" seperti berikut ini.

Budidaya pertanian merupakan tahap awal peradaban yang memerdekakan manusia dari ketergantungan 100% kepada alam ke ketergantungan terhadap alam yang makin sedikit sejalan dengan perkembangan atau kemajuan teknologi yang di ciptakanya.Irigasi, bibit unggul, sistem pergudangan san pengolahan hasil-hasil pertanian adalah bagian dari perkembangan peradaban yang berdiri di atas peradaban pertanian.Jadi tidaklah keliru apabila di katakan bahwa kemajuan pertanian menentukan kemajuan peradaban -peradaban berikutnya.


3 comments:

  1. Diskusi yang sangat menarik ya mak Amel.

    ReplyDelete
  2. Diskusi yang sangat menarik ya mak Amel.

    ReplyDelete
  3. Bukunya sangat padat berisi dan diskusi di sana sangat menuai wawasan baru. Seru banget :D

    ReplyDelete