Monday, December 18, 2017

Diskusi Kesehatan Bersama Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,



Assalamu'alaikum.
Membahas pentingnya kebutuhan gizi untuk generasi lebih maju rasanya tak pernah ada habisnya karena ya memang kita semua berperan dan bertanggung jawab atas semua itu.Anak kita nanti 10 bahkan 20 tahun kedepan akan memegang peranan penting untuk kemajuan negara ini.

Majunya suatu negara tergantung pada generasi nya.Untuk itu semua lapisan masyarakat harus teredukasi baik terutama masalah gizi untuk keluarga.Beberapa waktu lalu saya menghadiri forum diskusi bersama Kementrian Pemberdayaan Perempuan & Anak , perwakilan IDAI (Ikatan dokter anak Indonesia), teman blogger dan pewarta penulis kesehatan.

Isu kesehatan

Diskusi siang itu sangat menarik karena dihadiri oleh artis dan dokter.Acara yang dimoderatori oleh pak Gazhali selaku Founder K2JPK (Kelompok Kerja Jurnalis dan Penulis Kesehatan ) sebelum acara dimulai ada beberapa peserta diskusi yang mengungkapkan sebuah cerita yang membuat saya juga miris.Seperti cerita dokter Reisa beliau menceritakan isu kesehatan yang terjadi di Indonesia.

Dr. Reisa mengungkapkan sebuah kasus di Tanggerang tentang anak yang menderita gizi buruk.Anak tersebut bukan dikasih susu tapi diberi air tajin.Yang heran itu orang tua dan keluarga lainya itu gemuk-gemuk tapi anaknya kurus menderita gizi buruk.



Padahal saat di survei bahwa di Puskesmas ternyata banyak sekali susu gratis lho dan yang bikin miris lagi keluarganya malu membawa anaknya yang kurang gizi ke puskesmas.Sedih bukan main.

Lain halnya dengan dr.Reisa bahkan ada yang mengungkapkan bahwa banyak keluarga yang mendapat susu anak gratis dari pemerintah lalu dijual kembali dan dibelikan lagi yang katanya dengan barang yang lebih berharga..Innalillahi.

Saya miris dan sedih mendengarnya, mengenai isu kesehatan ini diluaran sana lebih banyak lagi.Banyak juga isu hoax yang tersebar dengan mudah di group chatting seperti whatsapp.Saya sendiri juga pernah mengalaminya jadi salah satu anggota group whatsapp menyebarkan hoax berita mengenai vaksin.Yups ...berita tersebut menyebabkan bahwa vaksin itu tidak halal dan menyebabkan autis.

Ibu Lenny N Rosalin


Dan benar saja menurut Ibu Lenny N Rodalin, SE, MFin Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak mengungkapkan bahwa isu kesehatan abadi dan bertahan hingga sampai 100 tahun atau sampai hari ini yaitu vaksin dapat menyebabkan autis.

Memang ya sekarang kekuatan media sangat besar pengaruhnya maka kita harus cerdas dalam menyikapinya.Jadi jangan pernah sebarkan berita yang belum terbukti kebenaranya.Jika mendapatkan berita seperti itu sebaiknya kita telisik lebih dulu kebenaranya.

Untuk menanggapi hoax yang beredar maka kita yang tahu kebenaranya juga harus menyebarkan berita yang mudah dimengerti dan dipahami oleh masyarakat.

Saat ini KPPPA sedang berupaya mempercepat terwujudnya Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030 dalam pemenuhan gizi seimbang dalam proses tumbuh kembang anak.Ibu Leni mengungkapkan bahwa saat ini anak stunting ( pendek) tidak hanya diluar daerah saja tetapi juga di kota besar seperti Jakarta masih banyak anak stunting.

Upaya KPPPA

Ibu Leni juga menekankan bahwa anak adalah bibit eksistensi dan kemajuan bangsa .Jika anak berkualitas maka eksistensi dan kemajuan bangsa pun berkualitas.KPPPA sendiri telah berupaya dalam pemenuhan gizi seimbang pada anak misalnya saja adanya indikator KLA (Kota layak anak) terkait status gizi dan PMBA, Kampanye Pembatasan GGL (Garam Gula Lemak) pada anak , serta sosialisasi ASI Ekslusif  dan gizi seimbang.

Tetap saja upaya ini akan sukses jika semua lapisan masyarakat bersatu padu.Lapisan pertama yaitu di rumah atau lingkungan keluarga yang mana harus mendidik anak untuk bisa bergaya hidup sehat.Anak biasanya akan mengikuti kebiasaan yang diterapkan dirumah dan pastinya orang tua harus komitmen dan disiplin menerapkan gaya hidup sehat.

Contoh hal kecil yaitu sarapan di rumah, biasakan keluarga itu sarapan dirumah.Manfaat sarapan itu banyak sekali selain makanan yang disajikan juga home made yang pastinya terjaga kebersihanya manfaat sarapan juga bonding antar keluarga.

Ada lagi yaitu mengajarkan anak membaca label makanan sebelum membelinya.Biasanya kan orang tua yang hanya baca label sekarang diajarkan juga nih anak-anak untuk membaca label dalam kemasan.Kita harus jadi konsumen yang cerdas.Karena kita adalah apa yang kita makan.

Seperti halnya dalam memilih susu.Saat 6 bulan pertama bayi wajib dikasih ASI ekslusif namun pada sebagian ibu yang tidak bisa memberikan ASI maka si kecil wajib diberikan susu formula untuk kecukupan gizinya.Selepas 6 bulan maka Bayi dwajib diberikan MPASI (Makanan Pendamping ASI ) karena kualitas gizi pada ASI akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia.

Untuk susu sendiri sebaiknya si kecil itu diberikan susu formula atau susu bubuk yang angka kecukupan gizinya terpenuhi jangan salah pilih susu.Maksudnya jangan berikan susu kental manis.Faktanya di dalam susus kental manis itu sebanyak 50 % mengandung gula dan vitamin dan nutrisi didalamnya pun sangat sedikit.

Tahu kan jika tubuh kelebihan gula maka akan menyebabkan obesitas yang mana lambat laun akan menyebabkan penyakit tidak menular lainya.Dalam hal ini sebaiknya susu kental manis itu hanya sebagai toping makanan saja bukan untuk diminum.

dr.Marya 


Menurut dr.Marya W.Haryono , MGizi SpGK untuk menciptakan generasi maju dan berkualitas diawali dengan asupan makanan yang mana semua kebutuhan vitamin dan nutrisi dalam tubuh terpenuhi setiap harinya.Terutama kebutuhan makro dan mikro nutrien sesuai kebutuhan.

Dokter Marya juga mengungkapkan bahwa sekarang itu banyak aneka macam diet diluaran sana, yang sebetulnya itu memang sukses dengan cepat menurunkan berat badan tapi lambat laun organ tubuhnya pasti ada yang rusak atau terganggu.Jadi kalau diet itu yang lebih baik adalah olah raga dan diet gizi seimbang.






6 comments:

  1. Collagen is one of the content contained in Glutera Glutathione Body Soap products


    Is one of the proteins that make up the human body. Its presence is approximately 30% of all proteins contained in the body. It is the organic structure of the builder of bones, teeth, joints, muscles, and skin. Collagen fibers have a strong resistance to pressure terutma nature of flexibility to bone. When the production of collagen decreases with age, the effect is increased "dry skin" and reduced elasticity of the skin. This layer of dermis is responsible for the nature of skin elasticity and smoothness (skin smoothness) which is the main key to be called "youthful" and has beautiful skin (beautiful skin).


    The benefits of collagen are broad and diverse and are beneficial to everyone regardless of gender, the better for an increasing age. The benefits of collagen and what is less known to the public at large. Dictionary describes collagen as a mammalian protein found in connective tissue and includes humans. Quite often collagen is called a glue that unifies, without it we can not function.


    The benefits of collagen should not be considered as something that can only be used in beauty products. This is a wonderful natural product that can literally benefit the whole body. The newborn's body is rich in collagen, but with age around 25 and so our ability to reproduce collagen is reduced and then about 35 stops altogether, and the aging process is in full force.


    The benefit of collagen is that we are able to improve our quality of life with collagen supplements, enabling us to further slow down the aging process and enjoy our lifestyle.

    ReplyDelete
  2. Informasi yang bermanfaat mba. Aku sangat mendukung pemberian ASI bagi anak hingga 2 tahun :)

    ReplyDelete
  3. Kita harus bekerja sama ya Mbak untuk mendukung kegiatan ini

    ReplyDelete
  4. Hal lain yg bikin ak miris, org2 diluar sana yang cenderung tdk mampu scr finansial malah punya anak bejibun. Yg pd akhirnya malah menjadi (maaf) sampah masyarakat. Sementara orag2 yg sangat mampu dan pintar, dimana itu jd bibit bagus, malah memilih punya anak 1. Kebayang gak mba generasi nanti kaya apa.

    ReplyDelete
  5. Kita hrs lebih cerdas lg ya menanggapi isu yang ada,jng sampai termakan hoax

    ReplyDelete
  6. Hoax aja ada yang everlasting ya kayak lagu aja. Diskusi yang patut diapresiasi banyak pihak ini

    ReplyDelete

Moms, Jangan Pelit Memberikan Apresiasi Kepada si Kecil Karena Manfaatnya Luar Biasa

Assalamu'alaikum. Bagi orang tua belajar tentang ilmu parenting itu wajib banget karena mencangkup gaya mendidik anak dengan ...