Sunday, October 28, 2018

Melestarikan Lingkungan Dengan Menanam Pohon



Assalamu'alaikum.
Apa kabar semua? Semoga sehat selalu penuh cinta, rezeki berkah berlimpah ya. Baru kemarin saya ngobrol sama teman yang tinggal di Ambon lewat whats app, hampir satu jam kkita bercerita saling menanyakan kabar dan ga lupa curhat hehe. Salah satu teman ku ini pernah tinggal di dejat rumah , dia tinggal karena meneruskan kuliahnya dan kembali lagi ke Ambon untuk melanjutkan kerja.


Biasalah ya kalau curhat itu selalu memakan waktu dan di sela curhat dia saya bertanya apa di Ambon itu aman dari gempa stunami? Soale kan belum lama ini Palu Donggala itu kena musibah stunami . Terus dia jawab ga kok,, tanah Ambon itu aman hanya saja cuaca yang tidak bagus , disini belum sama sekali turun hujan. 

Alhamdulillah kalau dia bisa aman disana dan masalah hujan , Alhamdulillah di Jakarta yang beberapa waktu lalu mengalami suhu panas yang luar biasa tapi beberapa hari ini daerah saya di Bintaro sudah mendapatkan hujan, ya walaupun sebentar tapi lumayan lah ya untuk sekedar membuat adem lingkungan.



Tinggal di Jakarta bagi saya ada plus minusnya , disini peluang mencari rejeki cukup banyak, terbuka lebar mungkin karena ibu kota kali ya minusnya polusi di Jakarta itu luar biasa banget asap kendaraan cukup banyak dan apalagi saya tinggal tepat di belakang jalan tol.

Musim kemarau lalu debu dan asap menjadi makanan sehari-hari , untuk meminimalisir dampak buruk untuk kesehatan dari semua polusi itu saya melakukan beberapa tindakan misalnya saja minum air mineral yang cukup untuk menghindari dehidrasi, minum multivitamin untuk menjaga kekebalan tubuh saya, makan yang cukup, rutin beraktifitas fisik, dan menanam tanaman di rumah. 

Untuk  tanaman saya punya dua tanaman di rumah yaitu pohon temulawak sama cabe hehe, hanya itu saja sih karena rumah saya minim lahan halaman tapi lumayan lah ya punya tanaman buat penghijauan rumah hehe. Bagi saya sekecil apapun usaha kita untuk turut menghijaukan bumi itu harus dilakukan karena bumi kita ini sudah tua. 



Banyak bencana alam yang sudah terjadi misalnya longsor, stunami, banjir yang hampir setiap tahun melanda di beberapa titik ibu kota dan di daerah-daerah lainya, untuk itu berawal dari keluarga kita harus turun tangan untuk peduli lingkungan kita agar tetap hijau dan sehat. 

Kalau lingkungan hijau dan bersih yang merasakan dampak manfaatnya juga kita sendiri bukan orang lain. Sampai saat ini saya masih bermimpi, saya ingin memiliki halaman yang luas nanti di halaman itu akan saya tanami pepohonan, bunga dan membuat kebun mini, semoga saja ya bisa terwujud. 

Berbicara mengenai peduli lingkungan saya sharing mengenai program Djarum Foundation yaitu Djarum Trees For Life yang merupakan sebuah program penghijauan yang dilakukan oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation.



Djarum Trees For Life yang berada dibawah naungan Djarum Foundation terbentuk pada tahun 1979. Program Djarum Trees For Life ini memiliki misi menanam pohon untuk menjaga lingkungan. 

Untuk melestarikan lingkungan sejak tahun 1979 Djarum Trees For Life ini sudah melakukan penghijauan yang dimulai di kota Kudus dan hingga saat ini sudah sebanyak 2.000.000 pohon yang di tanam di Indonesia . 

Untuk terus menjalankan misi penghijauan Djarum Trees For Lifr juga mendirikan pusat pembibitan tanaman juga lho ini semua untuk mendukung program penanaman trembesi. 

Kalian tahu ga Trembesi itu apa? Pohon Trembesi adalah pohon yang di kenal sebagai pohon peneduh karena pohonnya besar, tinggi dan bertajuk lebar jadi cocok untuk berteduh. Trembesinini berasal dari negara tropis di Amerika seperti Meksiko , Peru dan Brazil.

Manfaat dari Pohon Trembesi itu sangat banyak selain untuk berteduh, pohon ini juga mampu mengurangi polusi udara dan mengurangi dampak pemanasan global. Pohon Trembesi ini juga memiliki kemampuan daya serap karbon yang cukup besar jadi bagus untuk pengurangan polusi udara.

Pohon Trembesi hasil pembibitan dari Djarum Trees For Life sudah di tanam di berbagai daerah seperti di jalur Jawa, Madura, Lombok, dan Sumatera. Kenapa di tanam di daerah sana karena tingkat polusi disana itu cukup besar makanya di tanam disana. 

Tak hanya menanam Pohon Trembesi saja untuk konservasi alam , Djarum Trees For Life juga melakukan penanaman ragam jenis tanaman di Gunung Muria dan juga Pohon Mangrove di sekitar Pantai Utara Jawa Tengah untuk mencegah abrasi dan mengurangi jejak karbon.

Banyak juga kan misi dari Djarum Trees Foundation untuk melestarikan lingkungan. Untuk yang hasil maksimal dan mengurangi pemanasan global tentunya dibutuhkan semua pihak untuk melakukan hal yang sama untuk menjaga lingkungan. 

Masyarakat juga mungkin perlunya edukasi untuk Sadar Lingkungan juga sih biar mereka lebih aware terhadap lingkungannya kalau ingin anak cucu kita bisa menikmati udara yang bersih. Nah apa yang sudah kamu lakuka untuk melestarikan lingkungan?? Yuk share disini 😉


28 comments:

  1. Mantab... banyakin pohon untuk kualitas udara juga baik ya...

    ReplyDelete
  2. Aku dulu pernah nanam pohon trembesi juga pas ikut aksi go green. Hmm, sdh sebesar apa ya skrg. Duh, keingetan

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah sekarang saya tinggal di lingkungan dengan banyak pohon dan tanaman, bahkan bisa berkebun juga, tinggal di mana pun diusahakan bisa menanam pohon ya biar lingkungan lebih adem

    ReplyDelete
  4. seharusnya semua warga jakarta punya kesadaran seperti ini supaya polusi udara di jakarta bisa dikurangi

    ReplyDelete
  5. Aku sampai googling dulu buat liat pohon trembesi. Ini pohon bagus buat di Kota2 yaa, yg polusinya buanyaak banget.

    Semoga misinya Djarum Trees For Life bisa tercapai :)

    ReplyDelete
  6. Eiaa...ini gerakan yang digagas oleh beberapa LSM yaa...dan menggandeng sejumlah perusahaan besar.
    Di skolah anakku juga ada permintaan sumbangan dana untuk penanaman pohon.
    Tentu jenis pohon yang produktif dengan harapan 15 tahun lebih, si pohon bisa menghasilkan dan uangnya kembali lagi ke kita (pihak sekolah)

    jadi pohon-pohon ini bisa sbagai investasi jangka panjang.

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah di rumah kami ada pohon Mangga, Jambu & Belimbing yg meneduhkan meski sering bikin capek menyapu daun2 rontoknya..haha...

    ReplyDelete
  8. Kalau aku lebih memilih jadi buruh tani. Walaupun penghasilannya sangat amat sedikit tapi dekat dengan alam dan asiknya itu pasa nanam tanaman kayak pohon Sengon dan yang lainnya. Soalnya kadang ada kesenangan tersendiri. Hehehe.

    ReplyDelete
  9. I always love this kond of program! Mari kita jaga bumi kita tercinta yaaa mbaaaa

    ReplyDelete
  10. Pohon Trembesi? Baru dengar nih Mbak, kayaknya disini belum ada. Apa saya yg masih kurang peka ya?
    Waah pasti bagus banget ya klo semua tempat udah ada pohon ini, biar gak panas menyengat lagi klo harus berjalan kaki di jalanan umum. Mengurangi polusi juga pastinya.

    ReplyDelete
  11. Karena aku tinggal di kampung, pohon2nya masih lumayan banyak walau jauh berbeda dari 10 tahun lalu. Senang dg semua progam penanaman pohon

    ReplyDelete
  12. Dari dulu kalo lewat Pantura, aku tuh suka penasaran dengan pohon peneduh jalan. Kelihatan bakoh gitu, ternyata namanya Trembesi ya.

    Btw, aku pun senang menanam di rumah meski di dalam pot. Ada cabe, beberapa jenis jeruk, ada sirsak juga. Wkwkkk, ternyata banyak ya meski di pot

    ReplyDelete
  13. sekarang memang kudu di galakan penanaman pohon ya mba, soalnya semakin kesini semakin banyak gedung menjulang tinggi tapi ga diimbangi dengan pohonnya yg menjulang tinggi juga hahaha... gak hanya di kota sih, di desaku juga kebun2 pinggir jalan ataupun sawah2 pinggir jalan mulai dibabatin/ diurug buat dibikin bangunan.

    ReplyDelete
  14. Dulu waktu kecil sering nyari buah pohon trembesi yang pada berjatuhan, trus dibawa pulang, dimasak deh bijinya sama ibu. Bisa buat cemilan. Hehehe.
    Memang pohon trembesi tuh bisa besar gitu ya, jadi bikin teduh ��

    ReplyDelete
  15. Dan saya baru tahu Pohon Trembesi sejak baca artikel ini. Jadi makin banyak ilmu kalau blogwalking ya.

    ReplyDelete
  16. Iya nih, kita mesti giat melestarikan lingkungan. Apalagi sejak pemanasan global ini, terasa banget dampaknya bagi kita sendiri :(

    ReplyDelete
  17. Melestarikan lingkungan diawali dari yang terdekat dulu ya, lingukungan rumah. Makin hijau makin asri ya Mel

    ReplyDelete
  18. Aku senang banget kalau mengunjungi lokasi yang banyak pohonnya mel, adem sejuk bikin betah.

    ReplyDelete
  19. Ibuku banget ini mba, suka bercocok tanam. Aku malah nggak bisa nanem, takut cacing wakakak

    ReplyDelete
  20. Yang acara ke taman mangrove rungkut kmarin juga bagian dari acara penanaman pohon oleh jarum kagh Mbak?

    ReplyDelete
  21. Di sekitar rumah mertuaku ini masih babyak pohon-pohon, pun di pekarangan rumah juga banyak tumbuhan yang ditanam jadi udara di sekitar rumah terasa lebih segar 😊

    ReplyDelete
  22. Penghijauan emang penting bjuat menyelamatakan alam ya mbak. Minimal mulai dr diri sendiri dengan menanami halaman rmh kita dengan pohon :D

    ReplyDelete
  23. Enak banget nih Amel main ke hutan dan bergaul dengan pepohonan wkwk

    ReplyDelete
  24. Daerahku di Kebumen masih banyak banget hutan Mba. Tapi karena termasuk ke daerah lempengan dan daerah pantainya masuk zona merah tsunami, jadi pemerintah dan warganya tetap harus waspada. Semoga Allah melindungi negara kita Indonesia tercinta ya Mba. Sediiih,kemarin banyak banget bencana yang terjadi :(

    ReplyDelete
  25. Batam juga termasuk menyedihkan kondisi hutannya... Dulu hijau, sekarang jalan raya. Rindu pepohonan seperti dulu. Lah jd curhat..

    ReplyDelete
  26. Pohon Trembesi ohh ini sama lho sama nama daerah di kotaku yg dulu hijau banget. Namanya tembesi. Jangan2 asalnya dari nama pohon ini ya

    ReplyDelete
  27. Aku juga termasuk tim yang langsung terpukau saat melihat nuansa-nuansa hijau.
    Bikin adem kebangetan hijau itu ^^
    Untuk itulah aku mempertahankan halaman depan ditumbuhi rumput dan bunga asoka.
    Rasanya, adem banget apalagi pas musim asoka berbunga.

    ReplyDelete
  28. Makin banyak pohon jadi main adem ya, mata juga sejuk liatnya.

    ReplyDelete

Me Time Nonton YouTube Sepuasnya Tanpa Mikirin Kuota

Me time dengan nonton YouTube sepuasnya? Boleh banget. Setelah meemilih terjun kerja di dunia digital hampir semua waktu saya hab...