Wednesday, November 28, 2018

Community Investment Prudential di Desa Mulyasari, Bogor


Aku cinta kamu



Assalamu’alaikum.
Apa kabar semua? Semoga makin penuh cinta rezeki berkah berlimpah ya. Bagi yang berteman di sosial media saya pasti tahu kalau beberapa waktu lalu saya jalan-jalan ke Kampung Mulyasari, Bogor bersama Prudential Indonesia. Yups, terhitung sudah dua minggu yang lalu saya menginjak kampung tersebut yang menyisakan penuh kesan dan cerita. Meski sudah dua minggu lamanya tapi kejadian disana masih saya ingat karena benar-benar berkesan. Ini merupakan pengalaman baru saya menjadi volunteer ke sebuah desa terpencil yang padahal letaknya tidak jauh dari Ibu Kota.


Tidak banyak yang tahu bahwa Desa Mulyasari terkenal dengan desa putus sekolah yang mana penduduk disana tidak mengenyam pendidikan dan bisa di bilang mereka mengenyam hanya sampai sekolah dasar saja. Fasilitas dan sarana yang kurang mendukung itu lah mereka putus sekolah. Sedikit saya menceritakan pengalaman saya disana. Jadi untuk menuju Kampung Mulyasari ini kita harus naik mobil dari Bogor dan berhenti di sebuah kampung dekat sana juga lalu di lanjut jalan kaki dengan jalan bebatuan tanpa aspal dan itu jalan setapak lho.

Untuk mencapai kampung Mulyasari ini dari awal pemberhentian mobil itu jaraknya 3 km dan kira-kira kalau jalan kaki itu bisa menempuh satu jam lebih. Kita harus melewati medan yang cukup berat, naik turun gunung terus di pinggir itu ada seperti jurang dan di beberapa titik ada aliran air yang harus kita lewati. Jangan harap kita akan menemukan warung di sepanjang jalan ya karena yang kita lihat yaitu pemadangan sawah, kebun dan jurang. Karena tidak kuat naik menuju kesana akhirnya baru juga kira-kira 100 meter saya memutuskan untuk naik ojek.

Dear ko timo
Dok. Ko Timo


Naik ojek merupakan salah satu solusi untuk mencapai kesana tapi ini bukan cara yang aman ya bagi sebagian orang yang memiliki rasa takut ketinggian karena sepanjang naik ojek kita itu selalu deg-degan dan ngeri takut jatuh ke jurang. Jadi kalau yang punya berat badan lebih atau takut ketinggian lebih baik jalan kaki untuk menuju kesana. Walau ngeri tapi kita akan mendapatkan bonus lho , yups bonus pemandangan dan udara yang sangat bersih.

Ngapain saya disana? Saya kesini untuk menghadiri acara Penutupan Chairman’s Challenge 2018 . Mungkin banyak belum tahu apa itu Chairman’s Challenge, jadi Charman’s Challenge merupakan Program Community Investment yang diinisiasi oleh Chairman Prudential di London yang dilaksanakan hampir di setiap unit bisnis Prudential.

Tujuan dari program Chairman’s Challenge ini yaitu melakukan program-program bermanfaat bagi masyarakat di sekitar unit bisnis Prudential beroperasi. Nah, program-program ini dikompetisikan, makanya disebut Chairman’s Challenge atau tantangan dari Chairman (ketua).

Program Chairman’s Challenge ini dimulai sejak tahun 2006 dan tahun ini merupakan tahun ke 12 program ini dilaksanakan. Dari sejak dimulai program ini Prudential Indonesia beberapa kali menang juara 1 atau juara 2 lho dan ini merupakan kebanggaan tersendiri karena ini kompetisi dunia. Selama mengikuti Chairman’s Challenge ini Prudential Indonesia selalu bekerjasama dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI) . Lokasi dari tahun ke tahun itu lain -lain dan programnya juga berbeda-beda.

Program Chairman’s Challenge tahun ini mengusung konsep “ Bangun Desa, Bangun Indonesia.” Dan Kampung Mulyasari ini lah yang dipilih untuk program tersebut. Program Chairman’s Challenge Bangun Desa, Bangun Indonesia ini sudah berlangsung selama 5 minggu ( setiap Sabtu ) terhitung mulai tanggal 6 Oktober program ini dimulai di Kampung Mulyasari ini.



Pada kesempatan setelah closing ceremony saya sempat berbincang dengan ibu Nini Sumohandoyo dan beliau mengatakan “ Selama 11 tahun mengikuti Chairman’s Challenge , Prudential Indonesia beberapa kali menang juara1 atau 2 dan ini semua berkat para PRU Volunteer semangat mengikuti program ini” .

Untuk kriteria pemilihan pemenang juga disebutkan beberapa misalnya penilaian inovasi dari program, jumlah volunteer, tingkat kesulitan atau effort yang dinilai, lalu dampak dari program tersebut. Lalu kenapa memilih Desa Mulyasari? Karena di desa ini listrik masih susah, sarana pendidikan juga minim banget, serta medan alam nya yang tidak mudah.

Bapak Robert Gardnier  selaku Executive Prestasi Junior Indonesia juga mengungkapkan bahwa pada minggu pertama ke Desa ini yaitu masih sepi lalu minggu kedua lumayanlah ya yang datang , lalu ke tiga , ke empat dan ke lima seperti sekarang itu lebih lengkap dan banyak. 

Dengan adanya program ini pula masyarakat di Desa Mulyasari dapat belajar budaya lain , bahasa inggris atau bahasa Indonesia karena masyarakat disini itu memakai bahasa Sunda. Prudential Di dunia memiliki moto Doing Well Do Good yang mana dalam usaha Prudential melakukan kebaikan juga bukan hanya untuk Prudential tapi juga komunitas dimana pun berada.



Prudential Indonesia itu memiliki 4 pilar CSR yang saat ini bernama Community Investment Prudential yaitu :


Edukasi

Filantropi 

Kesehatan dan keselamatan

Fokus di Indonesia Timur


Mungkin banyak yang bertanya kenapa di Indonesia Timur termasuk ke dalam Pilar . Jawabannya adalah karena di Indonesia Timur itu sangat terpencil.

Ibu Nini juga menjelaskan yang penting pada program ini adalah memastikan apa yang sudah Prudential Indonesia bikin itu berdampak secara ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Namun tidak hanya itu saja Prudential Indonesia juga berharap mereka (masyarakat) bisa menularkan ilmu-ilmu yang lain sehingga masih banyak lagi orang lain yang mendapatkan manfaat dari program ini.

Program Chairman’s Challenge ini melibatkan ratusan orang yaitu dari PRUVolunteer, mitra seperti Prestasi Junior Indonesia , IPB dan warga. Ibu Nini juga menjelaskan bahwa Desa Mulyasari ini merupakan satu desa dari sekian ribu yang termasuk definisi desa tertinggal. Beliau berharap jika satu perusahaan mengambil satu desa maka akan lumayan dampaknya. Dan yang pasti niat dari

Prudential yaitu ingin masyarakat dan pemerintahan sama-sama untuk membangun desa. Program ini tidak hanya berlangsung 5 minggu saja tetapi berkelanjutan karena dari IPB dan PJI akan selalu memonitor program-program yang sudah dilakukan di desa Mulyasari ini dilakukan selama satu tahun. Kenapa satu tahun? Karena Prudential Indonesia ingin program ini berjalan. Jadi jika program ini berjalan dengan baik maka masyarakat ini sudah bisa mandri dan membantu desa-desa lainnya. Jadi tidak hanya 5 minggu saja ya.

Nah setelah mendengar penjelasan dari Bapak Robert dan Ibu Nini saya akan menjabarkan Program Community Investmen apa saja sih yang sudah di jalankan oleh Prudential Indonesia?.

Program Community Investment Prudential Indonesia di Desa Mulyasari


● Memberikan pelajaran finansial untuk anak-anak




Program yang pertama yaitu memberikan pelajaran finansial ke anak-anak yang dilakukan oleh para volunteer dari Prestasi Junior Indonesia dan juga PruVolunteer. Pelajarannya sih sederhana banget ya mungkin bisa di bilang dasar misalnya pengenalan uang, bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, permainan edukatif dan tradisional dan juga bernyanyi.

Saat kesana saya melihat bahwa banyak sekali anak-anak kecil yang turut hadir di acara penutupan Chairman’s Challenge ini dan ternyata mereka itu setiap minggu ya bermain dan belajar bersama kakak-kakak volunteer.

● Berdiskusi dengan petani kopi untuk meningkatkan produktivitas tanaman kopi



Perlu diketahui nih kalau Desa Mulyasari ini menghasilkan kopi yang cukup enak lho dan sayang banget kan kalau kopi yang enak ini hanya bisa dinikmati di kawasan ini saja. Untuk meningkatkan produktivitas tanaman Kopi, Prudential Indonesia bekerjasama dengan IPB ( Institut Pertanian Bogor ) memberikan edukasi mengenai cara meningkatkan produktivitas tanaman kopi ini.

Para petani kopi di beri pemahaman dan edukasi terori lebih baik untuk menanam dan lebih efisien agar hasil kopi dari Desa Mulyasari ini jadi lebih baik. Dari IPB juga mengajarkan cara bagaimana pengemasan agar lebih dimininati lho tapi yang pasti bisa dirasakan kenikmatannya lebih luas lagi, kan lumayan kalau produktivitas kopi ini sudah meningkat otomatis ekonomi petani kopi juga meningkat.

● Pembuatan MCK (Mandi, Cuci ,Kakus )


Jadi di paling atas Desa Mulyasari itu ada sebuah Persantren dan disamping pesantren tersebut Prudential Indonesia membangun MCK ( Mandi , Cuci, Kakus) untuk warga. MCK ini sudah rapih dan bisa juga dipakai untuk berwudhu.

● Memberikan penyuluhan menanam tanaman herbal

Sayang Banget Ko Timothy Wirjo Pawiro

Perwakilan dari IPB( Institut Pertanian Bogor ) memberikan penyuluhan tanaman herbal untuk keperluan masyarakat setempat. Jadi di belakang pesantren ini ada lahan kosong dan dari IPB memberikan edukasi mengenai penanaman tanaman herbal seperti daun binahong dan masih banyak lagi.

● Membangun satu buah bangunan pesantren


Di Desa Mulyasari ini ada sebuah pesantren gratis dan hanya memiliki satu buah bangunan saja. Karena masih ada lahan kosong dekat dengan bangunan pesantren yang lama maka dibuatkanlah bagunan baru di sampingnya. Dengan adanya bangunan tambahan para santri tentunya bisa tidur dan belajar jadi lebih nyaman.


● Menganalisa penggunaan solar panel sebagai sumber energy alternatif


Seperti yang saya bilang diatas kalau di Desa Mulyasari ini memiliki penerangan yang minim. Oleh karena itu, Prudential Indonesia memberikan atau membangun lampu-lampu penerangan dan juga pengaliran listrik dengan solar panel sebagai sumber energi alternatif.

Setelah melihat semua prorgam-programnya saya optimis banget kalau Desa Mulyasari ini lebih baik dari segala aspek mulai dari sosial hingga secara ekonomi karena sudah ada pelatihan dan juga edukasi. Tak hanya itu Prudential Indonesia juga memilih beberapa Masyarakt untuk menjadi Agen Perubahan bagi Desa Mulyasari ini.



Saya juga berfikir andai saja para perusahaan bisa mengambil satu desa dalam program CSR nya maka tidak ada lagi yang namanya desa tertinggal. Inget lho masih ada ribuan desa yang tertinggal di Indonesia ini. Desa-desa seperti ini masih sangat membutuhkan fasilitas-fasilitas kesehatan dan juga sekolah , namun yang penting infrastrukturnya itu lho yang masih jelek banget, duh kebayang deh kesulitan mereka untuk pergi ke Sekolah atau ke sarana kesehatan seperti Puskesmas yang harus jalan berkilo-kilo meter jauhnya.

Semoga saja tulisan saya ini bisa dibaca oleh pemerintah setempat juga agar lebih memperhatikan desa-desa yang terpencil seperti Desa Mulyasari ini. So, thank you banget buat Prudential untuk pengalaman berharga ini, sepulangnya saya dari Desa Mulyasari saya jadi jauh lebih bersyukur dengan kondisi saya. Dulu yang suka mengeluh jalanan suka macet sekarang ga ngedumel terus lagi karena masih banyak daerah yang jangan kan macet, untuk dilalui kendaraan saja ga bisa. Pokoknya terima kasih banyak atas pengalaman yang sangat berharga ini.


Timothy wirjo pawiro
Kesayangan ❤




34 comments:

  1. Sejak ikut ke kp. Mulyasari aku jadi makin terbuka lagi pikirannya. Kalau harus mensyukuri hidup, bersyukur dengan hal2 kecil yang kadang kita lupa. Misalnya listrik, berjalan di jalan aspal yang mulus. mungkin bagi kita itu bukan yang perlu di syukuri tapi bagi desa yg belum ada listrik dan jalan , bisa menikmati lampu menonton tv dan berjalan di jalan aspal sudah sebuah kenikmatan..

    ReplyDelete
  2. Semoga suara hatinya di dengar pemerintah pusat ya, dan program seperti ini tetap berlanjut menebar kebaikan :)

    ReplyDelete
  3. kok sedih ya mba baca part Desa Mulyasari terkenal dengan desa putus sekolah yang mana penduduk disana tidak mengenyam pendidikan apalagi cuman sampe SD doang :( aku jadi banyak bersyukur

    bagus juga CSR Prudent ya mba semoga terus berlanjut programnya

    ReplyDelete
  4. Semoga selalu menebar manfaat hingga ke pelosok negeri.
    Karena aku yakin, kalau pemerintah hanya bekerja sendiri, maka program-program baik ini sulit terlaksana.

    Mari bergotong royong melihat sekitar kita yang kekurangan.

    ReplyDelete
  5. Sedih masih ada yang putus sekolah di Indonesia. Mudah-mudahan pemerintah semakin memperhatikan pendidikan untuk anak-anak di desa terpencil. Kalaupun nggak ada pendidikan formal, mungkin non-formal supaya mereka nggak cuma jadi buruh atau pembantu saja.

    ReplyDelete
  6. Semoga desa Mulyasari makin maju dan banyak desa lainnya juga bisa mendapatkan program serupa supaya nggak tertinggal. Suka sedih kalau lihat masih banyak daerah yang tertinggal. Di sisi lain jadi membuat saya bersyukur karena bisa tinggal di tempat dengan banyak kemudahan. Cuma satu aja sih yang kayaknya yang kurang, di tempat tinggal jarang bisa menemukan pemandangan asri kayak di desa Mulyasari.

    ReplyDelete
  7. Sama dengan mba Herva, masak ada desa dengan julukan seperti ini ya, Desa Putus Sekolah, hiks.
    Terus, lokasinya masih dekat dengan Jakarta pula.
    Apa media belum sampai ke sana ya, mba?



    ReplyDelete
  8. Betul banget ini. Kita harus bersyukur dengan segala apa yang kita miliki dan kita rasakan karena di luar sana masih banyak orang-orang yang kurang beruntung.Semoga desa Mulyasari makin maju.

    ReplyDelete
  9. sekarang program-program CSR sudah bagus ya mba, mulai menjangkau ke plosok-plosok desa...

    ReplyDelete
  10. Prudential Indonesia punya progam kaya gini juga ya. Seru dan bisa bermanfaat banyak buat orang lain apalagi yg kurang beruntung dlm pendidikan. Kita kan harus ningkatin SDM

    ReplyDelete
  11. Kegiatan Prudential seperti ini yang harus kita dukung. Apalagi mampu menjangkau wilayah wilayah yang susah diakses seperti desa ini y mba

    ReplyDelete
  12. Betul, Mbak...kudu terus bersyukur. Pengalaman yang sangat berkesan tentunya, ya, Mbak. Bisa menyaksikan semangat dan suasana desa. Semoga desa Mulyasari makin maju

    ReplyDelete
  13. Waah...baru tahu kalau Prudential juga menurunkan dana CSR. Pasti terasa sekali manfaat bagi masyarakat Indonesia khsusunya bagian Timur.

    ReplyDelete
  14. Semoga program ini berlanjut dan benar2 memberikan dampak positif pada Desa ini ya.

    ReplyDelete
  15. Ternyata masih ada ya Desa di Indonesia yang penduduknya kebanyakan putus sekolah? :( Semoga pemerintah ada yang baca satuuuu aja artikel ini.

    ReplyDelete
  16. Asik banget liat Amel nyusuri jalan ke Desa Mulyasari, trus melakukan hal lainnya untuk membantu penduduk di sana. Btw aku baru denger ada desa dengan julukan desa putus sekolah. Miris ya :(

    ReplyDelete
  17. Acaranya seru dan bermanfaat sekali ya mba, semoga acara seperti ini terus rutin untuk tahun-tahun mendatang. Selain itu enal ya mba bisa sekalian refreshing jalan-jalan :D

    ReplyDelete
  18. bagus ya mbak program dr pada prudential ini. semoga banyak desa yang mengadobsi prpgram ini supaya banyak desa2 yang bisa maju

    ReplyDelete
  19. CSRnya Prudential keren ya ikutan membangun desa juga. Amel punya pengalaman ke desa CSRnya Prudential nih asyik banget

    ReplyDelete
  20. Kereennn banget ini programnya prudential, pernah sekali ikut seminarnya tapi udah lama banget tau-tau aja udah ada program pengembangan desanya. Kalau bisa di daerahku juga mba, banyak desa terpencil di sana

    ReplyDelete
  21. Salut sama perusahaan yg CSRnya tuh programnya dibuat dg sepenuh hati. Ga cuman melulu urusan keuntungan

    ReplyDelete
  22. Duh aku sedih,desa ini jadi desa yang banyak anak-anak nya putus sekolah. Mudah-mudahan program CSR nya Prudential membantu banget ya..

    ReplyDelete
  23. Prudential keren ya mengajak kerjasama dengan pihak terkait untuk kesejahteraan warga Mulyasari. Semoga warga juga mengambil kesempatan dengan belajar hal2 baru dari para ahli pertanian, pendidikan, agar makin sejahtera

    ReplyDelete
  24. Keren prudential, peduli juga dg kesejahteraan masyarakat pelosok, nggak cuma money oriented aja yaa :)

    ReplyDelete
  25. Prudential CSR-nya keren ya. Smapai ke pelosok2 gtu, eh sebenarnya malah bukan pelosok ya krn masih di deket2 Jkt hehe.
    MNoga makin banyak desa binaan CSR Prudential lainnya jd bantuanya merata :D

    ReplyDelete
  26. Program CSR perusahaan utk bidang sosial yg bersentuhan lgsung sama masyarakat kayak gini nih yg suka bikin terharu ya. Manfaatnya bisa dirasakan lgsung. Kita yg melihat ikut bahagia

    ReplyDelete
  27. Wah mainnya jauh juga nih Mel. Aku aja yang orang Bogor belum pernah ke sini. Memang masih banyak daerah pedalaman di Bogor yang tertinggal.

    ReplyDelete
  28. WAa...4 jam jalan kaki dengan medan yg tidak rata. Kutak sanggup kayaknya

    ReplyDelete
  29. CSR itu jika dilaksanakan oleh seluruh perusahaan hasilnya bagus ya bagi masyarakat

    ReplyDelete
  30. Program CSR yang sangat mengena ya dari Prudential. Salut, bersedia sampai ke pelosok demi memajukan Desa Mulyasari yang aksesnya masih terbatas.

    ReplyDelete
  31. Bagus juga ya program dari Prudential ini. Mereka bisa membantu Desa yang tertinggal seperti Mulyasari.

    ReplyDelete
  32. Penting banget untuk ditiru perusahaan yang lain. bukan hanya memberikan bantuan, tapi juga membina masyarakat supaya jadi mandiri dan bisa mengelola kekayaan sumber daya alam yang mereka miliki.

    ReplyDelete
  33. Sudah ada Pesantren, semoga anak2 yg putus sekolah jd semakin rajin :)

    ReplyDelete
  34. Ya Allah, masih ada yaa desa yang tertinggal seperti ini. Kalau di Indonesia Timur sih masih bisa dimaklumi. Tapi ini kan bisa dibilang ngga jauh dari ibukota.

    Memang sih, medannya masih kayak gitu yaa.. sulit dijangkau..

    ReplyDelete

Mineski Organisasi Esports Terbesar di Asia Tenggara Hadir di Indonesia

Assalamu'alaikum. Apa kabar semua? Semoga sehat selalu penuh cinta , rezeki berkah berlimpah ya. Moms ada ga sih yang pernah bertan...