Sunday, February 3, 2019

Dampak Stunting dan Upaya Menurunkan Angka Stunting

Emak gaul


Assalamu'alaikum.
Apa kabar semua? Semoga sehat selalu makin pemuh cinta, rezeki berkah berlimpah ya. Moms, ada yang pernah melihat anak yang mengalami gizi buruk? Atau tetangga kalian ada yang gizi buruk? Saya sendiri tetangga jauh saya ada yang mengalami gizi buruk sehingga bermasalah pada masa tumbuh kembangnya. 

Berbicara masalah gizi buruk, beberapa waktu lalu saya mengikuti diskusi punblik bersama Kopmas, Perwakilan Kemenkes RI, BPOM dan beberapa lembaga LSM di LBH Jakarta. Tema diskusi kali jjinyaitu menuju zero gizi buruk dan stunting 2015 melalui upaya promotif preventif dan peningkatan pengawasan pangan. 


Narasumber yang hadir yaitu Ir. Doddy Izwardy, MA selaku Direktur Gizi Nasional Kemenkes RI, Anisyah S. Si selaku Direktur Registrasi Pangan Olahan BPOM, Arif Hidayat, SH.MH dan Yuli Supriyati selaku Wakil Ketua KOPMAS ( Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat) .

Saat ini masalah gizi buruk masih mendominan di Indonesia walaupun jumlahnya turun. Gizi buruk ini melanda terutama pada masyarakat ekonomi rendah. Menurut Riskesdas atau Riset Kesehatan Dasar Kementrian Kesehatan 2018 menunjukkan 17,7% balita masih mengalami masalah gizi : Gizi Buruk Sebesar 3,9 % dan Gizi kurang sebesar 13,8%. 

Temuan KOPMAS 


KOPMAS atau Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat yang beberapa waktu lalu menemukan anak-anak yang mengalami gizi buruk dari kalangan masyarakat ekonomi rendah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak-anak tersebut mengalamj gizi buruk salah satunya yaitu buruknya pengetahuan masyarakat terhadap gizi anak . 

Tim Kopmas mendatangi bayi dan anak-anak di 6 kota yaitu Bandung Barat, Kota Bandung, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, Pandeglang dan kota Malang Jawa Timur.

Gizi buruk


Fakta - fakta yang ditemukan adalah bahwa anak-anak penderita gizi buruk tersebut lagir normal dan sehat lalu usia 1-2 bulan sakit panas tinggi dan terlambat penanganannya. Dan terakhir yaitu ASI ibu kurang sehingga anak-anak diberikannSKM (Susu Kental Manis ), mereka para ibu tidak mengetahui kalau SKM tersebut adalah bukan susu yang harus diminum tapi hanya untuk toping sebagai makanan dan minuman saja. 

Kenapa mereka memilih memberikan SKM daripada susu Formula? Karena tidak mampu membeli susu formula dan SKM harganya jauh lebih murah makanya mereka memberikan SKM untuk anak-anaknya. 

Dan mirisnya lagi anak-anak penderita gizi buruk ini tidak memiliki BPJS sehingga sulit sekali mengakses rumah sakit untuk menindaklanjuti permasalahn ini.

Pentingnya 1000 HPK 


Saat ini masyarakat masih belum banyak yang tahu mengenai pentingnya masa golden ages yaitu 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan). Masyarakat belum tahun bahwa 1000 HPK itu merupakan masa penting perkembangan optimal anak (fisik dan kognitif) yang dimulai sejak dalam kandungan. 

Masa 1000 HPK ini memiliki peran penting karena hal-hal yang dialami anak pada masa 1000 HPK akan berdampak hingha dewasa, termasuk bila terjadi kesalahan pemberian nutrisi pada masa ini yang berdampak permanen misalnya stunting dan penurunan kemampuan kognitif.

Makanya edukasi 1000 HPK ini harus menjadi prioritas untuk mewujudkan Generasi Emas 2045.  Calon orang tua harus tau tentang 1000 HPK agar anak mereka bisa lahir dengan sehat dan tidak memberikan nutrisi yang salah di masa ini misalnya stunting atau gizi buruk. 

Dampak Stunting 

Penderita Gizi buruk

Stunting dan gizi buruk adalah salah satu awal gejala di masa depan yang akan menderita penyakit degeneratif atau penyakit PTM. Seperti Stunting atau yang lebih di kenal istilah Kuntet, Stunting jni mempunyai konseksuensi jangka pendek dan jangka panjang baik secara fisik (Kesehatan) intelektual maupun dampak ekonomi. 

Dampak stunting terhadap kesehatan sendiri yaitu meliputi gagal tumbuh, hambatan perkembangan kognitif dan motorik serta gangguan metabolik pada saat dewasa. Ya stunting berdampak pada tingkat kecerdasan karena sel otak pada anak normal dan anak yang menderita stunting itu berbeda, kerentanan terhadap penyakit, menurunkan produktifitas, dan kemudian menghambat pertumbuhan ekonomi yang menurut survei hilangnya 11% GDP mengurangi pendapatan pekerja dewasa hingga 20%, meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan. 


Lalu upaya apa yang harus dilaksanakan untuk menurunkan angka stunting? 


Masalah stunting dan gizi buruk adalah tanggung jawab bersama bukan hanya pemerintah. Pemerintah sendiri Pak Jokowi selaku Presiden dan Pak Jusuf Kala sebagai wakil Presiden memiliki komitmen seperti ucapan bapak Jokowi bahwa gizi investasi bangsa jadi jangan sampai ada lagi yang namanya gizi buruk. Tidak ada anak yang sepantasnya kekurangan gizi di negara berpendapatan menengah seperti sekarang ini.

Seperti yang saya bilang bahwa masalah stunting bukanlah masalah pemerintah semata yapi seluruh lapisan masyarakat harus bersinergi membantu menurunkan angka stunting dan gizi buruk demi Indonesia bebas Stunting dan Gizi buruk.



Pemerintah dan masyarakat harus berbagi peran sebagai Agent of Change yang dimulai dari Regulasi Penindakan, edukasi dan pengawasan lalu jika melihat fakta dilapangan harus diadukan untuk di tindak lebih lanjut. 


Hal yang penting dilakukan yaitu memberikan edukasi keluarga. Seperti menurut Musni Umar selaku Guru Besar Sosiologi Universitas Ibnu Chaldun Jakarta beliau mengungkapkan bahwa permasalahan gizi buruk erat kaitannya dengan kemiskinan. Sementara kemiskinan bermuara pada masalah pendidikan. Makanya para calon orang tua harus mendapatkan edukasi mengenai perannya sebagai orang tua seperti pemberian nutrisi untu, anak-anak pada masa 1000 HPK.

Melalui instansi juga Pemerintah lewat Kemenkes RI saat ini sangat gencar mempublikasikan GERMAS atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang mana kegiatan Germas ini merupakan komponen penanggulangan dan Kegiatan Germas Meliputi :
  • Peningkatan aktivitas fisik
  • Peningkatan perilaku hidup sehat
  • Penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi
  • Peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit
  • Peningkatan kualitas lingkungan
  • Peningkatan edukasi hidup sehat 
Isi piringku

Para tenaga kesehatan juga harus berperan aktif mensosialisasikan mengenai ISI Piringku :
  • 50% dari jumlah makanan setiap kali makan adalah sayur dan buah
  • 50% lagi adalah makanan pokok dari lauk pauk
  • Porsi sayur lebih banyak dari porsi buah
  • Porsi makanan pokok lebih banyak dari porsi lauk pauk
  • Anjuran minum air putih setiap kali makan. 

Nah berikut tadi adalah upaya menurunkan angka stunting. Moms and Dads tentunya miris sekali ya di negara yang sangat luas ini dengan sumber daya alam yang sangat berlimpah tapi masih banyak anak yang menderita stunting dan gizi buruk. Masalah ini adalah masalah kita semua bukan hanya pemerintah maka dari itu yuk kita bersama-sama bersinergi untuk menurunkan angka stunting dan penderita gizi buruk ini bersama-sama demi Indonesia lebih baik lagi.

27 comments:

  1. Wah sediiiih kalau sampai ada anak yang bergizi buruk hanya karena ibunya kurang mendapat edukasi tentang pentingnya ASI dan 1000 HPK.

    Mudah2an kita lebih giat lagi menjalankan GERMAS yah mbak, bagian melakukan aktivitas fisik alias olahraga itu aku yang masih rada berat. Bawaannya males melulu. Dan godaan terbesarku adalah ngemil gorengan tuh hahaha

    ReplyDelete
  2. Pemerintah terus berupaya agar warga hidup sehat untuk mengurangi stunting.

    Di mulai dari keluarga dan menjaga pola hidup sehat dan dibantu dengan penerapan olahraga maka memperkecil angka stuting

    ReplyDelete
  3. semoga ya mba angka penderita stunting di Indonesia bisa berkurang kalau bisa jadi nol. Masalah stunting ini bikin saya galau juga soalnya anak saya selalu di garis kuning timbangannya, karena memang susah sekali makannya. Tapi semoga gak termasuk stunting.

    ReplyDelete
  4. Germas sekarang harus jadi gaya hidup ya, terutama pola hidup sehat dengan asupan makanan gizi seimbang. Seperti isi piringku itu, lebih banyak sayuran dibandingkan karbohidrat. Sedih sih kalo sampai stunting merebak, pemerintah udah membantu dengan program-program kesehatan. Harus disupport juga dengan tenaga kesehatan dan bantuan dari petugas posyandu di RT di lingkungan

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah bayiku bisa survive dr stunting walau pas lahir ukurannya kecil. Penting bgt memang memperhatikan gizi terutama di awal2 umur anak ya

    ReplyDelete
  6. Sebenarnya ada efeknya gak ya...minum di sela-sela makan selain cepat kenyang?
    Hemm...


    Stunting ini ternyata habit yaa...
    Pola makan dan gaya hidup yang gak sehat.

    ReplyDelete
  7. Semoga pentingnya 1000 HPK ini makin tersosialisasi ya..agar tak ada lagi anak2 stunting di bumi Pertiwi ini

    ReplyDelete
  8. Iya, bener. Sumbe daya alam melimpah di negeri ini. Tetapi, kasus stunting masih ada. Dan kadag-kadang faktor penyebabnya adalah karena belum melek literasi gizi

    ReplyDelete
  9. Tulisan yang informatif, semoga semakin banyak masyarakat Indonesia yang teredukasi tentang dampak stunting sehingga masyarakat tergugah untuk bersama membantu pemerintah menurunkan angka stunting yang ada di Indonesia.. aamiin

    ReplyDelete
  10. Waduh, ternyata secara ga langsung stuntinh juga berdampak pada perekonomian juga ya. Anaknya ART di rumah bumerku jg stunting tuh. Dia sm ibunya dikasih SKM itu pun SKM untuk satu bungkus dibuat untuk 2 kali minum dah gitu masih di tambah gula lagi. Takutnya anaknya jg kena diabetes. Jadi hrs lebih perhatian lagi nih sama gizi anak2ku biar nggak kena gizi buruk.

    ReplyDelete
  11. Kadang suka sedih kalo liat ada ortu yg gak peduli penting 1000HPK. Waktu hamil asal aja makannya, gak mau usaha makan sayur, buah & makanan sehat lainnya. Setelah bayi lahir juga cuek aja urusan gizi anak.. semoga anak2 indonesia bisa terselamatkan dari ancaman stunting yaa

    ReplyDelete
  12. Iya nih, pemerintah lagi giat giatnya mengurangi angka penderita stunting di Indonesia. Pengaruhnya hingga ke masa depan soalnya

    ReplyDelete
  13. Stunting memang harus segera diatasi ya mba .. karena dampaknya yang terus seumur hidup. Ayo kita bantu sebar info pentingnya gizi dan 1000 HPK

    ReplyDelete
  14. Memang bu ibu di kampung-kampung tuh masih aja kasih bayi dengan SKM. Padahal udah bagus dikasih ASI sampe 2 tahun yaa

    ReplyDelete
  15. ternyata pengaruh stunting dari gizi yang buruk yah kak, sebagai calon ibu sangat penting mengetahui ini. Terima kasih ulasannya kak

    ReplyDelete
  16. Urusan kasi gizi anak ini memang perlu fokus dari ibu. Kadang sedih klo anak GTM n ga mau makan padahal udh jungkir balik.bikin menu huuu

    ReplyDelete
  17. kadang khawatir kalo anak2 stunting. Udah gitu akukan pendek yak hiks. takutnya gene pendeknya jatuh ke anak2.

    ReplyDelete
  18. Miris ya Mbak, masih banyak Ibu2 yg memberikan SKM ke anak2 mereka karena minimnya ilmu ttg kandungan dan manfaat SKM itu sendiri, bukannya malah sehat malah buat penyakit baru utk anak. Padahal bisa ngASI tapi malah dilepas begitu saja, huhuhuh.

    ReplyDelete
  19. Masyarakat perlu terus diedukasi ya... bahwa pemenuhan gizi untuk anak itu, sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak.
    Pengetahuan masyarakat luas tentang SKM pun masih perlu diedukasi lagi

    ReplyDelete
  20. Isu stunting lagi banyak diangkat ya mbak. Memang bener sih 1000 HPK itu penting, supaya anak2 Indonesia, generasi mendatang lbh baik gizinya.

    ReplyDelete
  21. Benet nih harus aware bngt jd ortu buat kesehatan kidos y smoga anak2 Kita bebas dr giziburuk aplg stunting

    ReplyDelete
  22. Untuk mengatasi stunting harus dimulai dari si ibu dulu sih ya sejak belum hamil. Kecukupan gizinya juga harus diperhatikan. Biasanya stunting ini berawal sejak anak masih dalam kandungan dan kurang mendapatkan gizi yang baik. Apalagi setelah lahir si anak masih tetap malnutrisi, duuuhh... miris deh. Semoga Indonesia segera terbebas dari darurat stunting ini.

    ReplyDelete
  23. Masyarakat ekonomi rendah memang perlu diedukasi, karena ga sepenuhnya mereka salah juga. Mereka kerja keras yang penting bisa menghidupi anak-anaknya nah ilmu soal gizi juga mungkin kurang ya, udah bisa makan aja syukur. Mudah-mudahan pemerintah bisa memerangi stunting di Indonesia

    ReplyDelete
  24. aku inget banget ini mbak. dulu sebelum aku merencakanan kehamilan aku juga udah persiapan saat perem=ncaan kehamilan. harapannya anakku tumbuh sehat dan tidak stunting

    ReplyDelete
  25. Semoga kita semua dan pemerintah bisa bergandengan tangan ya bersama-sama peduli dengan masalah stunting.

    ReplyDelete
  26. Sebagai calon bunda aku harus banget ya Mba jaga diri dan kesehatan, agar calon janinnya tetap sehat dan kuat. Soal gizi juga ini pencegahan stunting wajib banget

    ReplyDelete

Ini Lho Langkah Mudik Sehat, Aman dan Selamat

Mudik atau pulang kampung rasanya sudah menjadi tradisi di Indonesia saat lebaran.  Para perantau atau pekerja migran akan pulang ke ka...