Saturday, October 5, 2019

Keliling Zona Madinah Dompet Dhuafa di Blogger Meet Up





Assalamu'alaikum.
Apa kabar semua? semoga sehat selalu makin penuh cinta, rezeki berkah berlimpah ya. Mungkin sudah banyak yang mendengar kalau potensi wakaf untuk pembangunan negeri itu sangat besar dan wakaf juga bisa menekan angka kemiskinan di Indonesia. Dompet Dhu'afa , mungkin kalian sudah tak asing lagi dengan nama ini , namun apakah banyak yang tahu tentang Dompet Dhuafa? dan apa saja sih kegiatan dari Dompet Dhuafa ini? nah ini yang akan saya sharing kali ini setelah mengikutu Blogger Meet Up beberapa waktu lalu di Zona Madinah.

Dompet Dhuafa merupakan salah satu organisasi nirlaba terkemuka di Indonesia yang didirikan pada tahun 1993, yang mengangkat martabat serta pengabdian manusia dengan memanfaatkan dana zakat, infaq, sedekah dan wakaf (ZISWAF) serta dana sosial lainnya baik dari individu , kelompok dan perusahaan.

Blogger Meet Up kali ini kita semua yang hadir diajak mengenal wakaf produktif dan berkunjung ke Zona Madina yang merupakan salah satu tempat yang dibangun dari hasil ZISWAF. Ada beberapa narasumber yang hadir kali ini yaitu Bobby P. manulang, Dr. Muhammad Zakaria dan Ustadz.

Saat ini banyak yang tahu kalau wakaf itu berupa Rumah, tanah , tempat beribadahtapi disini orang bisa tahu kalau wakaf itu bisa produktif, disinia da kawasan Zona Madinah, kawasan ini merupakan program kawasan yang dipersiapkan oleh Dompeg Dhuafa untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa wakaf itu bisa produktif buat masyarakat.

Begitu juga saat Blogger Meet Up kemarin yang berada di kawasan pendidikan Smart Ekslasi Indonesia Dompet Dhuafa dimana diaini ada sekolah PAUD, SMP dan SMA yang melengkapi layanan untuk masyarakat Indonesia. Untuk sekolah PAUD  di kenakan biaya 30 Ribu setiap bulannya dan untuk SMP sampai SMA itu gratis.


Kebun Indonesia Berdaya

Wakaf saat ini bermindset 3M yaitu makam, masjid dan madrasah , makanya wakaf di identikan sebuah donasi pelengkap menjalankan ibadah tapi sebetulnya tongak sejarah wakaff adalah kisah Saidina Umar Bin Khatab dan kisah sahabat Ustman Bin Afan . Kalau kisah Saidina Umar Bin Khatab, yaitu Umar ingin menyedekahkan tanahnya di Khaibar, namun kata Rosululloh tidak lerlu disedekahkan ke pada Rosul namun kelola sendiri tidak pernah di perjual belikan atau pindah tangan kan tetapi apa-apa yang tumbuh diatasnya bisa di sedekahkan kepada yang lain.  Nah berikut adalah kisah awal Wakaf.

Dengan kisah begitu kemudian berkembang dan masyarakat berfikir bahwa wakaf itu harus memiliki harta yang banyak dahulu ,karena seperti itu lah saat ini wakaf itu seakan tidur atau tidak berkembang. Maka dari itu Dompet Dhuafa ingin menggaungkan dengan program yang bertajuk when.

Dompet Dhuafa ingin mengajak masyarakat untuk mengenal wakaf dan ingin bahwa wakaf itu seindah sedekah dan seindah zakat. Wakaf tidak perlu menunggu kita kaya dulu saat ini kita bisa berwakaf 10 ribu juga bisa. Saat ini Dompet Dhuafa ada program 1 juta wakif yang bisa siapa pun menjadi wakif.

Nah mengenai Kebun Indonesia Berdaya, program ini salah satu wakaf produktif  dimana perkebunan ini memperdayakan masyarakat sekitar untuk mengelola perkebunan ini. Hasil kebun buah naga, nanas ini bisa di jual dan terus memproduksi.

Saya pernah kesini beberapa waktu lalu dan melihat sendiri bahwa Kebun Indonesia Berdaya ini bermanfaat bagi masyarakat. Jadi wakaf ini memiliki keberlanjutan nah jni yang perlu di edukasi ke masyarakat.

Smart Ekselensia Indonesia Dompet Dhuafa 




Kawasan pendidikan yang di kelola oleh Dompet Dhuafa. Semua murid yang bersekolah disini tanpa biaya alias gratis namun untuk masuk kesini harus menjalani beberapa tes dan di survei mengenai keluarganya. Ya, sekolah ini khusus untuk anak para Dhuafa dari berbagai aerah di Indonesia. Untuk masuk kesini di tes secara akademi.



Ada banyak fasilitas yang ada disini mulai dari perpustakaan. Semua kawasan di Zona Madinah terbuka untuk umum termasuk kawasan pendidikan ini, masyarakat umum bisa datang membaca buku atau pinjam buku di perpustakaan ini.




Di perpustakaan ada sekitar 3000 buku sumbangan dari masyarakat. Disini tempatnya cukup nyaman karena ada AC dan juga sangat bersih. Nah untuk anak-anak juga ada tempat khusus lho di dalam perpustakaan ini jadi ada playground yang bisa di nikmati oleh masyarakat.

Asrama


Para murid yang bersekolah disini juga tidur di Asrama. Mereka didik menjadi orang yang mandiri jadi mulai dari mencuci, nyetrika baju dan merapihkan kamar yaitu mereka sendiri kecuali memasak ya karena mereka dapat makanan disini.

Setiap kamar ditempati oleh 4 orang anak. Setiap anak bertanggung jawab akan kerapihan dan kebersihan kamar. Sumpah salut banget, pas kemarin liat kamarnya rapih banget.

Selain menuntut ilmu anak-anak disini juga melakukan berbagai kegiatan terutama olah raga dan di tempat ini juga ada lapangan futsal dan juga lapangan sepak bola.

Keliling di zona pendidikan ini membuat saya takjub dimana tempatnya asri banyak tanaman , pepohonan dan juga kebun. Tempat ini juga bersih dari sampah lho. Ada beberapa gedung asrama di kawasan ini dan ada sekolah PAUD plus aneka tempat bermain.

Perlu diketahui juga nih bahwa anak-anak lulusan sini juga banyak yang mendapat beasiswa dari perguruan tinggi.


Rumah Sakit Sehat Terpadu Dompet Dhuafa



Setelah puas keliling zona pendidikan kita semua berkunjung ke Rumah Sakit Sehat Terpadu yang letakya di sebrang zona pendidikan tadi. Saat memasuki kawasan ini hati saya terasa nyesss banget terutama masuk ke ruang Hemodialisa yaitu cuci darah. Disini teringat bagaimana perjalanan ayah saya yang pernah cuci darah.

Rumah Sakit Sehat Terpadu ini menerima 3 fasilitas kesehatan yaitu member Dompet Dhuafa, BPJS dan Asuransi. Untuk member Dompet Dhuafa tidak di kenakan biaya apa-apa alias gratis, mereka pun mendapatkan pelayanan yang sama seperti jaminan kesehatan lainnya. Pokoknya semua mendapatkan pelayanan yang terbaik.



Selain mendapatkan pelayanan , para pasien disini juga tidak dibatasi rawat inapnya, pokoknya sesembuhnya pasien.  Dan untuk BPJS atau asuransi pastinya sesuai prosedur yang berlaku. 

Saat ini Rumah Sakit Sehat Terpadu terdapat 83 kamar rawat inap dan Alhamdulillah Dompet Dhuafa mendapatkan wakaf dari Qatar yaitu 1 buah gedung yang berada tepat di belakang rumah sakit ini.



Kawasan Rumah sakit sangat asri banyak taman dan pepohonan hijau, lahannya juga cukup luas. 

Oyaa tadi saya membahas tentang member Dompet Dhuafa, nah untuk mendapatkan member ini ada tim survei dari Dompet Dhuafa untuk memastikan apakah orang tersebut layak atau tidak menjadi member Dompet Dhuafa karena member ini memang khusus para Dhuafa. 


Setelah berkunjung langsung ke Zona Madinah saya makin yakin dan percaya bahwa wakaf produktif itu manfaatnya bisa untuk masyarakat lebih banyak lagi. Pemberdayaan masyarakat ini juga sistemnya berkelanjutan so, buat kamu jangan ragu untuk berwakaf ya

Untuk berwakaf tidak perlu menunggu punya puluhan juta rupiah kok.  Nah kalau mau berwakaf juga bisa nih ke Gaspoler, blogger yang kemarin berkunjung ke Zona Madiah. 

Gaspoler merupakan singkatan dari Gerakan Wakaf Sepuluh Ribu dari Blogger.

Terbentuk setelah acara Blogger Meet Up dgn Dompet Dhuafa pada 2 Oktober 2019 lalu. Di Smart Ekselensia Parung Jampang Bogor. 

Gaspoler dibentuk dengan tujuan sebagai aksi nyata dari Blogger untuk mulai berwakaf meski hanya senilai Rp 10.000,- .

Pada nantinya wakaf ini akan diperuntukan untuk membeli tanah wakaf yang akan di bantu oleh dompet dhuafa untuk mengelolanya

untuk berdonasi silahkan klik tautan

Lalu isi jumlah nominalnya, pilih cara donasinya. 

untuk pembayaran donasi bisa dilakukan melalui gopay dan bank terkait yang ada di applikasi. 

Bentuk donasi ini merupakan salah satu bentuk Wakaf Wake Up!  dan menunjukan bahwa untuk berwakaf itu tidak perlu menunggu memiliki uang banyak tapi minimal 10 ribu rupiah kita sudah bisa berwakaf. 

20 comments:

  1. Wakaf produktif ternyata banyak manfaatnya, ya. Jika dikelola dengan baik, insya Allah bermanfaat bagi ummat.
    Gerakan wakaf ternyata bisa dilakukan dengan hal kecil, tidak perlu tunggu kaya. Rasanya saya jadi ingin ikut berwakaf.
    Sekolah dan rumah sakit adalah kebutuhan yang sangat mendesak. Alhamdulillah ada lembaga nirlaba seperi Dompet Dhuafa.

    ReplyDelete
  2. DD ini inspiring bangeettt!! Selalu jadi yg terdepan dalam hal pmberdyaan dan pemanfaatan dana ummat
    Bravo!!

    ReplyDelete
  3. Menarik sekali ini program2 wakafnya dompet dhuafa. Semua dialokasikan untuk kepentingan umum

    ReplyDelete
  4. Masya Allah...wakaf produktif jika diberdayakan sangat bermanfaat buat kemaslahatan

    ReplyDelete
  5. Wakaf produktif ini tuh inovasi dalam berwakaf yang aku amat apresiasi deh. karena selama ada uang yang bisa digunakan untuk kemaslahatan ummat maka sepanjang itulah insya allah pahala kita mengalir terus.

    ReplyDelete
  6. Masyaallah.. Semoga dengan adanya wakaf produktif ini bisa merubah maindset kita bahwasannya untuk berwakaf gak perlu nunggu punya tanah berhektar hektaar hihihi

    ReplyDelete
  7. Aku bersyukur bisa ikut even ini, karena memotivasi buat sedekah untuk pemberdayaan dhuafa, utamanya wakaf produktif.

    ReplyDelete
  8. MasyaAllah, inspiring banget ya dompet dhuafa ini mba. Apalagi untuk program wakafnya ini.

    ReplyDelete
  9. Inspiring banget ya mba.. rantai kebaikan akan selalu berputar, dari kebaikan satu kepada kebaikan yang lain. Salut...

    ReplyDelete
  10. Luar biasa pencapaian DD ini. Saya mengenal DD sejak masih di Hong Kong. DD buka semacam bimbingan dan shelter untuk para TKW yg ingin belajar atau bermasalah. Sekarang peran DD sudah lebih luas dan semuanya bermanfaat bagi umat.

    Saya tertarik tuh sama rak perpustakaannya. Keren...

    ReplyDelete
  11. Dompet Duafa selalu menginspirasi dengan program2nya yang sangat membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Saya salut dengan Gaspoler, tidak perlu menunggu kaya untuk bersedekah. Walau hanya dengan waqaf sepuluh ribu itu akan berarti bagi mereka yang sangat membutuhkan. Salut mbak....

    ReplyDelete
  12. Tempatnya bagus ya mbak dan program dompet duafa memberikan yang terbaik untuk masyarakat yang membutuhkan.

    ReplyDelete
  13. Waqaf memberikan manfaat di dunia dengan banyak orang yang terbantu dan di akhirat pahala yang terus mengalir

    ReplyDelete
  14. Wah donasinya udah bisa pakai gopay ya Mel skerang lebih praktis lagi. Siapkan masa depan di akhirat nanti dengan berwakaf

    ReplyDelete
  15. Mbak Amel beruntung banget bisa melihat langsung zona madinah dompet dhuafa, bagi membuka mata donor maupun calon donor untuk terus berdonasi melalui dompet dhuafa yang memang sudah terpercaya dalam penggalangan dana maupun mengelola dana untuk keperluan sosial ya mbak

    ReplyDelete
  16. Alhamdulillah ya mbak, saya pernah dengar dari prof Nuh, soal wakaf ini, merinding banget cuma denger aja, apalagi kalau lihat sendiri hasil wakf, insyaAllah kalau semua umat Islam ikhlas berwakaf, sejahtera umat Islam ya

    ReplyDelete
  17. Keren banget ya program-program Dompet Dhuafa ini. Memberdayakan dana umat dengan sangat baik. Semoga semakin banyak donaturnya, supaya semakin banyak yang mendapat manfaatnya.

    ReplyDelete
  18. aku baru tau dompet dhuafa punya program sekeren ini pasti seru ya

    ReplyDelete
  19. Yup selama ini wakaf identik dengan tanah saja tapi ternyata kalau mau berwakaf bukan cuma dengan tanah saja ya Mbak. Contohnya seperti program2 wakaf dari Dhompet Dhuafa ini. Benar-benar produktif banget. Bahkan kita juga bisa ikut berwakaf hanya dengan donasi 10ribu.

    ReplyDelete
  20. ikut senang program dompet dhuafa ini dari pendidikan sampe kesehatan gratis untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan bahkan fasilitas kesehatan saja tidak dibatasi ya mba

    ReplyDelete