Yuk, Gunakan BBM Ramah Lingkungan Dan Dukung Program Langit Biru

 

Rs fatmawati


"Langit biru, awan putih terbentang indah lukisan sang Kuasa " potongan lirik lagu Sherina Munaf yang masih terngiang hingga kini ketika saya melihat langit biru yang cantik. 


Melihat langit yang berwarna biru adalah kebahagiaan tersendiri karena jujur saja saya lebih sering melihat langit berwarna putih dan agak kelabu mungkin karena saya tinggal di kota padat penduduk dan dekat jalan tol serta jalan raya yang selalu ramai makanya jarang sekali melihat langit berwarna biru. 


Foto diatas adalah foto 3 minggu lalu yang saya ambil di salah satu taman dekat gedung Rumah sakit tempat anak saya di rawat. Saat ingin mengurus kepulangan saya sengaja melewati taman tersebut dan Masya Allah langit saat itu cantik sekali berwarna biru, awan putih. Hembusan angin yang segar seakan menenangkan jiwa raga saya, meski tak lama foto langit hujan tiba-tiba turun.




Langit biru lebih sering dterlihat ketika covid -19 datang, apakah ada yang sepemikiran sama saya?. Ya selama covid-19 melanda di berbagai negara memberlakukan karantina dimana berbagai aktifitas seperti bekerja, sekolah, dan itu melakukannya di rumah. Hiruk pikuk jalan raya dengan kendaraan bermotor tidak seramai seperti keadaan normal. 


Dampak dari semua itu adalah langit lebih cerah bahkan kondisi nitrogen dioksida atau polutan lingkungan di beberapa negara menurun, termasuk Indonesia juga mengalami penurunan hingga 30%. Dengan keadan ini seakan menunjukan bahwa bumi sedang pemulihan dan refleksi istilahnya,  langit dan udara menjadi lebih baik ini. Hal ini patut di syukuri karena seperti yang kita ketahui bahwa keadaan bumi tidak membaik bekangan ini dimana lapisan ozon mulai menipis efek dari rumah kaca dan juga polusi udara dimana efek ini berdampak pada perubahan iklim juga. 


Lalu apakah setelah covid-19 usai dan mulai kehidupan normal akankah langit masih akan berwarna biru? Entahlah tapi saya yakin bisa jika semua umat manusia sadar pentingnya hidup berkelanjutan dimana meminimalisir semua hal yang menimbulkan dampak bagi kerusakan alam serta lingkungan. Hal tersebut bisa kita lakukan dengan mulai melakukan segala yang berhubungan dengan ramah lingkungan mulai dari hemat pemakaian energi di rumah atau bisa juga dengan pemilihan BBM ( Bahan Bakar Minyak) yang ramah lingkungan. BBM sendiri


Lepas dari BBM rasanya tidak mungkin ya untuk saat ini karena saya masih pengguna aktif kendaraan bermotor pribadi dimana masih harus mengantarkan tugas anak ke Sekolah, belanja kebutuhan, ke Rumah sakit dan sesekali keluar untuk bekerja. 


Awalnya memakai motor hanya bisa pakai saja karena mengenai mesin dan perawatannya saya serahkan sama Papa tapi belakangan tahun terakhir papa saya bilang kalau pakai motor jangan asal pakai saja tapi tahu dasar-dasar perawatannya karena kan kamu yang berkendara jadi setidaknhya harus tahu minimal dasarnya lah seperti kapan ganti oli samping, ganti aki, dan pemilihan BBM yang bagus untuk mesin itu apa. 


Semenjak saat itu deh saya mulai tahu oli apa yang cocok untuk kendaraan saya, memilih BBM agar kendaraan saya enak dipakai dan juga tidak merusak mesin kendaraan. Pertamax atau pertalite adalah BBM yang biasa keluarga saya pakai untuk kendaraan bermotor karena memiliki banyak keunggulan yang baik untuk mesin dan juga ramah lingkungan. 



Berbicara mengenai BBM yang ramah lingkungan saya ingin membahas sedikit hasil diskusi publik bersama KBR x YLKI dengan tema Penggunaan BBM Ramah Lingkungan Guna Mewujudkan Program Langit Biru.


Program Langit Biru adalah program yang bertujuan untuk mengendalikan dan mencegah pencemaran udara dan mewujudkan perilaku sadar lingkungan baik dari sumber tidak bergerak ( industri ) maupun sumber bergerak yaitu kendaraan bermotor. Program Langit biru pertama kali diluncurkan pada tahun 1996 oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Hutan Nomor 15 Tahun 1996. 



BBM ramah lingkugan atau kualitas BBM ramah lingkungan tidak lepas dari program pemerintah sendiri yaitu Program Langit Biru yang sudah sejak lama digulirkan dengan efektifitas utama mewujudkan BBM ramah lingkungan dengan standar BBM euro II digunakan bahan bakar utama, sampai saat ini belum juga terwujud karena masih terbatas dan masyarakat masih bergelut dengan BBM Premium masih belum banyak yang beralih ke pertamax atau pertalite.


Ya itu adalah alasan KBR dan YLKI mengadakan diskusi publik untuk mendorong pemerintah konsisten dengan kebijakan yang sudah dicanangkan dalam skala nasional maupun global dalam komitmen dunia karena itu adalah komitmen kita untuk mengurangi emisi gas karbon untuk mengurangi dampak lingkungan , perubahan iklim global, cuaca tidak menentu dan pandemi karena itu semua tidak lepas dari konsumsi kita sebagai manusia yang sangat eksploistatif terhadap energi fosil termasuk dengan penggunaan BBM tidak ramah lingkungan. Sudahnya saatnya kita semua beralih ke BBM Ramah Lingkungan demi lingkungan lebih baik.


Edukasi Masyarakat Penggunaan BBM Ramah Lingkungan 


Saat ini sosialisasi mengenai penggunaan BBM Ramah lingkungan sudah dilakukan oleh KLHK ( Kementerian Lingkungan Hidup dan Hutan lewat chanel youtube dan sosial medianya namun belum segencar YLKI dalam memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa saat ini kendaraan keluaran produksi setelah tahun 2018 itu artinya kendaran mereka memakai teknologi euro IV seharusnya bahan bakar minimal dimana oktan 92 dan sulfur diperuntukan untuk kendaraan produksi 2018.


Ya sebaiknya kita pemilik kendaran harus mengenali jenis BBM yang sesuai dengan kendaraan kita dan tentunya sesuai standar lingkungan juga. Mayoritas masyarakat saat ini sudah menggunakan kendaraan modern ya produksi 2018 ini termasuk kendaraan yang moderb dimana harus menggunakan bahan bakar dengan RON (Research Octan Number ) diatas 91. 

 

Lalu BBM seperti apa sih yang ramah lingkungan? BBM yang ramah lingkungan yaitu BBM yang memiliki nilai oktannya tinggi.  



  • Pertalite memiliki RON 90
  • Pertamax memiliki RON 92
  • Pertamax Plus  memiliki RON 95
  • Pertamax Turbo memiliki RON 98

Lalu kenapa sih makin tinggi nilai oktan semakin bagus dan ramah lingkungan? Karena BBM dengan RON tinggi lebih ramah lingkungan lantaran rendah emisi dan semakin tinggi nilai oktannya, maka BBM lebih lambat terbakar sehingga tidak meninggalkan residu pada mesin yang bisa mengganggu kinerjanya. Bahan bakar dengan nilai oktan tinggi cocok digunakan dengan kendaraan yang menggunakan kompresi tinggi. 


Nah sudah tahu kan kalau semakin tinggi nilai oktan itu berarti ramah lingkungan dan baik untuk mesin kendaraan nah masyarakat ini lah harusnya mendapatkan edukasi mengenai hal ini karena seperti yang sering saya lihat masih banyak kendaraan roda empat masih menggunakan premium padahal premium itu subsidi dan mengeluarkan emisi karbon yang lumayan besar menyebabkan polusi.  


Mengenai edukasi kepada masyarakat ini tentunya penting sekali, tidak hanya pemerintah saja tetapi juga dengan berbagai instansi terkait bahkan masyarakat yang berprofesi arti, blogger juga influencer yang mampu meng-influence ruang lingkup yang lebih luas lagi. 


Salah satu artis yang sangat gencar mempromosikan lingkungan yaitu penyanyi Nugie yang beberapa waktu lalu turut hadir dalam diskusi publik Program Langit Biru. Sejak saya kecil saya sudah mengagumi beliau dengan lagu-lagu nya yang bisa dibilang selalu berkaitan dengan alam serta lingkungan. Kemarin juga Nuggie sempat bernyanyi yang membuat kita sadar bahwa pentingnya kita bersama-sama menjaga alam, melestarikan lingkungan. 


Yuk, Bersama Dukung Program Langit Biru !


Saya selalu senang dengan semua hal yang berkaitan dengan keberlangsungan hidup dan lingkungan makanya saya bersyukur sekali bisa hadir pada acara webinar bersama KBR x YLKI dimana saya semakin paham dan tergugah untuk turut mendukung Program Langit Biru untuk kehidupan lebih baik. Saya sadar bahwa saya belum banyak berkontribusi dalam menjaga lingkungan namun saya yakin dengan langkah kecil saya memilih BBM Ramah Lingkungan dan juga bijak menggunakan energi lainnya itu masuk kedalamnya. 


Saya dan kamu pasti bisa mewujudkan bumi lebih baik dan keberlangsungan hidup tetap terjaga, yuk kamu juga ikut bersama mendukung Program Langit Biru karena hal semua dari hal kecil dan kalau tidak mulai dari sekarang kapan lagi kan ?.




 





8 komentar

  1. Tanpa sadar saya sudah dukung program langit biru dengan selalu pakai Pertalite atau Prtamax untuk moor butut kami. Padahal awalnya ga mau antri. Lama-lama tau bedanya

    BalasHapus
  2. Setuju banget dgn program bbm ramah lingkungan. Bumi semakin menua. Ada baiknya menggunakan produk yg ramah lingkungan

    BalasHapus
  3. Saya juga sering memerhatikan langit yang jadi bersih berwarna biru sejak pandemi. Salah satu hikmahnya ya, lingkungan jadi lebih bersih.

    Semoga semakin banyak masyarakat yang peduli dengan pemakaian BBM ramah lingkungan sehingga langit kita tetap biru ya ...

    BalasHapus
  4. Aku dukung banget program langit biru ini. Apapun kalo itu demi kebaikan kita dan generasi mendatang, aku pasti dukung. Mencintai bumi ini ya

    BalasHapus
  5. program seperti ini memang kudu didukung, ditempatku emang susah dapet premium jadi udah lama banget pake pertalite sih.... semoga kendaraan hybrid murah ya kak kedepannya

    BalasHapus
  6. Semenjak pandemi, dan diterapkan pembatasan sosial berskala kecil atau menengah di beberapa kota, telah memberikan dampak yang cukup signifikan bagi lingkungan. Berkurangnya emisi gas karbon yang berasal dari asap knalpot kendaraan, cukup membantu terciptanya langit biru.

    Selain karena itu, langit biru juga bisa muncul dan tercipta setiap kali habis turun hujan. Sebagai penikmat langit biru, tentu hal ini sudah cukup saya pahami dan kenali.

    Kegiatan mengurangi penggunaan BBM wajib didukung oleh kita semua, karena itu demi kelangsungan masa depan dan menekan pengeluaran emisi gas karbon juga.

    BalasHapus
  7. Kalau semua bergerak dengan cepat dan bekerjasama insyaAllah lingkungan cepat membaiknya ya kak Amel. Kalau bukan kita yang menjaga bumi siapa lagi kan.

    BalasHapus
  8. Alhamdulillah sejak awal udah pake Pertalite, pertimbangannya sayang motornya dan juga sayang bumi.

    BalasHapus

Hallo, mohon tidak komentar dengan link hidup ya 😉