Tuesday, September 18, 2018

Manfaat Asuransi Jiwa Unit Link






Sebaik-baik nikmat yaitu nikmat sehat, ga sih? Bener banget yes, tapi lebih nikmat lagi dikasih nikmat sehat keuangan juga lancar jaya hehe. Lagian kalau di pikir-pikir siapa juga yang mau sakit apalagi ga punya uang. By the way masih inget ga tulisan saya mengenai pengalaman ga punya uang untuk membayar deposit rumah sakit saat Kezia sakit beberapa waktu lalu? kalau belum membacanya bisa baca disini nah itu sebagian kecil ga enaknya ketika anak sakit terus ga punya uang untuk membayar deposit, nangis meminta belas kasih pun ga bisa dan harus membayar deposit rumah sakit terlebih dahulu.



Semua itu terjadi memang kesalahan saya, saya tidak menyiapkan uang darurat maupun asuransi jiwa untuk anak-anak saat sakit. Dari pengalaman pahit ini saya akhirnya sadar bahwa mempersiapkan diri untuk hal yang tidak diinginkan (sakit) saya harus punya tabungan, investasi dan juga asuransi yang #PastiDikasihLebih mudah dalam menyelesaikan masalah seperti buat biaya berobat ke rumah sakit dan lainya.

Apakah saya sudah memulainya? Yes sudah, Alhamdulillah saat ini saya memiliki sedikit tabungan dan investasi kecil-kecilan dengan membeli Logam mulia dan emas. Walau tidak banyak yang saya kumpulkan tapi setiap bulannya saya harus membeli minimal setengah gram dalam 1 bulan, itu semua semata-mata untuk persiapan saya ketika keadaan keuangan sedang darurat. Tak hanya itu saja saya dan anak-anak sudah memiliki asuransi jiwa, jadi ketika sakit saya tidak perlu mengeluarkan biaya yang cukup banyak.


Namun kalau dipikir lagi kalau saya hanya mengandalkan membeli logam mulia setiap bulannya rasanya kok ga bakalan cukup ya biaya untuk anak-anak kuliah nanti, secara di keluarga saya yang harus menjadi tulang punggung membiayai semuanya dan kadang aja pengeluaran darurat yang jumlahnya lumayan besar. Agak bingung juga sih gimana caranya agar uang kuliah untuk anak-anak nanti itu bisa cukup pada waktunya atau bahkan lebih.

Sebenarnya ada banyak cara sih misalnya punya usaha kaya dulu tapi kalau dipikir lagi rasanya ga akan terkejar juga sih waktunya dan harus belajar lagi tahap-tahap buat usaha biar ga gagal lagi, lalu investasi yang lain selain nabung emas, nah ini dia yang masih saya bingung soalnya masih awam banget di dunia investasi selain emas.

Dari kegalauan mengenai investasi akhirnya saya mendapatkan gambaran kalau buat kita yang awam banget di dunia investasi ini bisa lho memiliki asuransi jiwa untuk proteksi sekaligus investasi dengan cara membeli asuransi jiwa unit link. 

Himawan Purnama , AVP Head of Product Development Prudential Indonesia 


Mau tau apa itu asuransi unit link itu kaya gimana sih dan manfaatnya? Yuk simak penjelasan dari hasil pak Himawan Purnama, AVP Head of Product Development – Prudential Indonesia​. Jadi sebelum menjelaskan mengenai unit link beliau menjelaskan dulu nih mengenai asuransi dan macam asuransi.


“Asuransi adalah Perjanjian antara dua pihak, pihak yang satu berkewajiban membayar iuran dan pihak yang lain berkewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran apabilaterjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang dibuat “ h​ttps://kkbi.web.id/



Konsep dasar Asuransi seperti arisan, Prudential misalnya yang mana perusahaan bertindak sebagai pengelola/penanggung lalu nasabah membayar premi kepada perusahaan dan bila nasabah mengalami kondisi sesuai perjanjian , maka perusahaan akan memberikan sejumlah manfaat bagi nasabah.

Asuransi dibagi menjadi 2 macam yaitu asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah.



Sudah lihat tabel di atas? Yuk saya jelaskan sedikit. Dari segi prinsip dasar yang mana kalau Asuransi Konvensional risikonya dibebankan oleh tertanggung atau peserta asuransi kepada pihak perusahaan asuransi yang bertindak sebagai penanggung di dalam perjanjian, nah kalau Asuransi Syariah risiko dibebankan atau dibagi kepada perusahaan dan peserta asuransi itu sendiri.

Lalu dari sistem perjanjian yang mana kalau Asuransi Konvensional akad yang dilakukan sama dengan akad jual - beli dan kalau Asuransi Syariah akad yang digunakan yaitu akad tolong menolong yang didasarkan pada sistem syariah dan dipastikan halal.

Perbedaan dari segi keuntungan yang mana kalau Asuransi Konvensional keuntungan yang didapat itu seluruhnya milik perusahaan dan kalau Asuransi Syariah itu semua keuntungan yang didapat akan dibagikan ke semua peserta Asuransi Syariah.

Lalu perbedaan dari segi jenis investasi kalau Asuransi Konvensional jenis investasinya bisa Investasi berbasis Syariah dan bukan berbasis syariah nah kalau Asuransi Syariah sudah pasti jenis investasinya berbasis Syariah. Pokoknya kalau Asuransi Syariah sudah pasti akan menggunakan sistem berbasis syariah.

Untuk jenis-jenis asuransi sendiri dibagi menjadi 2 yaitu Asuransi Umum dan Asuransi Jiwa. Untuk Asuransi umum biasa mengcover benda- benda dan kalau asuransi jiwa itu mengcover jiwa. Untuk Asuransi umum mencangkup beberapa asuransi misalnya saja Asuransi Properti, Asuransi kendaraan, Asuransi Perjalanan, Asuransi Engineering, Asuransi Rangka kapal, Asuransi Kecelakaan , Asuransi Kemalingan dan masih banyak lagi . 

Nah kalau Asuransi jiwa ya asuransi Jiwa saja. Asuransi Jiwa ada 2 jenis yaitu Asuransi Jiwa Tradisional dan Asuransi Jiwa Unit Link. Untuk Asuransi Jiwa Tradisional itu seperti biasanya yang mana waktunya itu berjangka (memberikan manfaat meninggal dengan periode jangka pendek) , lalu Seumur hidup ( Memberikan manfaat meninggal dengan periode jangka panjang atau seumur hidup dan bersifat dwiguna yang mana memberikan manfaat meninggal dan tabungan.


Asuransi Jiwa Unit Link


Nah kemudian Asuransi Unit Link, jujur saja saya baru tau mengenai Asuransi Unit Link ini. Okeh jadi Asuransi Unit Link ini adalah Jenis produk Asuransi Jiwa yang menanggung risiko personal tertanggung dengan biaya asuransi diambil dari perkumpulan investasi yang dilakukan pemegang polis.

Konsep dasar Unit Link hampir sama dengan Asuransi biasa namun ada tambahan satu prosesnya . Dan berikut Konsep Dasar Asuransi Jiwa Unit Link . Contohnya saja Perusahaan Asuransi Prudential yang mana perusahaan bertindak sebagai pengelola/penanggung lalu Nasabah membayar premi kepada perusahaan .

Nah disini tahap yang membedakan bahwa premi yang telah dibayarkan dikonversi menjadi unit . Harga dari unit yang terbentuk akan mengikuti kinerja dari investasi yang dipilih lalu Unit digunakan sebagai pembayaran biaya asuransi dan diingesdiinves sesuai alokasi investasi yang dipilih. Yang terakhir Bila nasabah mengalami kondisi sesuai dengan perjanjian maka perusahaan akan memberikan sejumlah manfaat kepada nasabah.

Kalau dilihat sih ya sebenarnya Asuransi Jiwa Unit Link bisa dibilang mirip dengan asuransi konvensional yang membedakan itu hanya ada tambahan unit ( kantong unit) untuk investasi nah ini dia jadi nasabah bisa jadikan ini sebagai alternatif untuk investasi juga.

Pada Asuransi Unit Link nasabah bisa memilih sendiri mau masukin dana ke mana aja misalnya saja nasabah mau nambah premi atau nambah investasi. Jadi kelebihan dari Asuransi Jiwa Unit Link ini fleksibel. Gimana tertarik ga sama Asuransi Jiwa Unit Link? Yang mana kita sebagai nasabah bisa pilih sendiri mau nambah premi atau nambah investasi.

Irvan Ferdiawan , AVP Head of Investment Prudential Indonesia 


Berbicara mengenai investasi nih ya ada Pak Irvan Ferdiawan selaku AVP Head of Investment Prudential Indonesia ​memberikan sedikit gambar mengenai Investasi dan analogi Unit Link. Okeh,,setiap manusia pastinya memiliki cita-cita atau impian misalnya saja saya yang mana memiliki impian agar tabungan untuk kuliah anak-anak yang biayanya 10 tahun lagi akan sampai ratusan juta, nah kalau hanya dengan nabung logam mulia tiap bulan rasanya ga akan cepat tercapai maka dari itu diperlukan yang namanya investasi.

Kemarin pak Irvan membuat analogi mengenai Unit Link dengan sebuah perahu berlayar yang mana perahu tersebut merupakan asuransi yang proteksi kita dari risiko kehidupan lalu layar itu ibarat investasi yang didorong oleh angin. Jadi perahu itu pastinya memiliki tujuan dan untuk menuju tujuan pastinya kadang ada banyak gangguan seperti karang, nah kalau perahu itu kena karang yang kecil itu akan tetap aman karena adanya proteksi. Setelah melalui risiko dan karena adanya proteksi jadi ya aman-aman saja untuk capai tujuan. 

Kalau dilihat dari analoginya peran Asuransi Jiwa Unit Link ini bisa didefinisikan yaitu asuransi yang memberikan manfaat proteksi dan investasi sekaligus. Nah fungsi dari Investasi yaitu untuk mempercepat terwujudnya impian. Jadi ngerti ga? Hehe.

Menurut pak Irvan juga nih ya bahwa tidak ada produk investasi yang bagus dan tidak ada produk investasi yang jelek tapi yang ada itu yang pas buat kita. Prinsip investasi sendiri itu high risk high return ( istilahnya kalau mau return tinggi sama dengan risiko tinggi ) begitu juga sebaliknya jadi harus dipersiapkan segala sesuatunya. Dan semua tergantung pada kita mau pilih yang mana , tapi yang jelas kita harus bisa memilih investasi yang pas buat kita dan kita juga bisa terima risikonya. Lalu pesan terakhir adalah kalau mau investasi jangan ditunda-tunda dan lebih cepat lebih baik agar hasilnya bisa cepat dinikmati.

#PastiDikasihLebih 

10 comments:

  1. Ga ada yang bagus ga ada yang jelek. Yang ada yg pas. Nah nyari yg pas ini yg susah banget yeee, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hhahaha iya sih ya , tapi bisa konsultasi sih kak.

      Delete
  2. Intinya memang kita harus pandai melihat segala risiko yang ada, baik itu soal asuransi maupun investasi. Cari yang sesuai kebutuhan yah

    ReplyDelete
  3. Buat aku asuransi akan terasa banget manfaatnya kalau kita mengalami apa apa ya pun memang ya kenyamanan betasuransi adalah kita yang menentukan.

    ReplyDelete
  4. Manfaat asuransi banyak banget ya untuk kita dan keluarga pastinya, jd gak ragu lagi deh ikutan asuransi...

    ReplyDelete
  5. Aku baru tahu nih.. tentang unit link jafi tambah ilmu dan siap mau ikut programnya..

    ReplyDelete

Malam Penganugerahan Piala Merak 2018

Assalamu'alaikum. Apa kabar semua? Semoga sehat selalu penuh cinta, rezeki berkah berlimpah ya. Alhamdulillah belum lama Shakila an...