Friday, May 10, 2019

Dua Museum Di Palembang Yang Instagramable

Museum kota Palembang


Menikahlah denganku..Buat aku bahagia..
Kita bangun istana..Penuhi dengan cinta..



Kalimat diatas merupakan lagu terbarunya Syahrini -Menikah. Ya entah kenapa belakangan ini lagu itu memenuhi pikiran saya dan seakan ikut berdendang. Selain lagunya enak, easy listening dan adem, magnet seorang Syahrini seakan menghipnotis banyak khalayak mengenai pernikahannya dan juga lagu terbarunya. Berbicara mengenai menikah saya jadi teringat keindahan aneka perabotan pernikahan orang Palembang saat saya berkunjung ke dua museum disana Museum Sultan Badarudin II dan Museum Negeri Sumatera Selatan atau Balaputera Dewa. 

Meski sudah beberapa bulan berlalu pulang dari Palembang, namun banyak kenangan saat kesana yang masih belum bisa saya lupakan mulai dari makanannya, logat suara orang palembang, tempat wisatanya, kultur budayanya dan sedikit sejarah yang terdapat disana. Memang saya tidak lama disana yaitu 4 hari 3 malam saja dan meski sedikit berkunjung ke beberapa tempat wisata saya rasa, saya harus sharing ke teman-teman mengenai dua Museum yang saya kunjungi saat ke Palembang.

Seperti pada umumnya entah kenapa Museum itu selalu sepi dan tidak banyak pengunjung padahal disana kita bisa dapat pelajaran banyak mengenai sejarah dan budaya . Untuk tiket masuknya juga jauh dari kata mahal yaitu sangat murah sekali dan bisa terjangkau oleh kalangan siapapun .  Tidak di Jakarta atau di Palembang Museum yang saya datangi itu selalu sepi,  sedih sih tapi ya mau gimana lagi ya.

Dan kali ini saya ingin sharing mengenai dua Museum yang saya kunjungi di Palembang,  disini tidak hanya banyak peninggalan sejarah maupun budaya saja tapi disini juga banyak spot-spot bagus untuk menghiasi feed instagram kita.

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II



Museum pertama yang saya kunjungi saat di Palembang yaitu Museum Sultan Mahmud Badaruddin II yang letaknya dekat dengan sungai Musi.  Dari luar terlihat bangunan sangat megah dan lebar , ya bangunan ini adalah bekas bangunan residen kolonial Belanda.

Tiket masuk ke Museum ini sangat terjangkau yaitu RP 5000 saja kita bisa berjam-jam lamanya disini. Ada hal yang unik saat saya masuk kesini yaitu kita harus mengikuti alur dimana kita berjalan awal itu dari lantai 2 kemudian turun ke lantai satu. Jadi setelah membeli tiket masuk kita langsung keluar naik keatas tangga dan membuka sendal.

Saya mau masuk, terlihat seorang bapak,  beliau menawarkan anda apakah ingin di temani keliling atau tidak,  saya bilang saja tidak karena ingin menikmati lebih lama dalam keheningan eaaa.. beliau adalah guide Museum ini   nah kalau kamu ingin ditemani beliau juga bisa jadi nanti dijelaskan satu demi satu mengenai isi dari Museum ini.




Yups,  setiap tempat memiliki aturan masing-masinh dan meski tidak pakai guide kita tidak akan kesasar kok karena ada petunjuk jalan ( di lantai)  nah kita mengikuti alur petunjuk jalan tersebut. Dan semua keterangan benda yang ada di Museum ini juga cukup lengkap menurut saya jadi bisa lah ya keliling mandiri.

Saat memasuki Museum saya sangat takjub sendiri karena banyaknya peninggalan sejarah dan keindahan kultur budaya kota Palembang. Di lantai kedua terlihat barang-barang peninggalan sejajar seperti lemari-lemari khas Palembang yang penuh ukiran dan sentuhan gold dan dibeberapa sudut banyak spot cantik untuk berfoto-foto. Untuk di lantai 2 cukup luas dan udara segar juga berlimpah karena jendelanya besar-besar juga.





Berbeda dengan lantai 2 yang tidak ada AC, di lantai 1 Museum ini di beberapa sudut ada AC. Di bawah sini lebih banyak pengetahuan mengenai Jenis kain tenun songkot beserta sejarahnya dan perabotan sehari-hari. Bahkan tempat tidur baby pun ada lho disini. Nah seperti yang foto diatas itu letaknya di lantai 1 disana tersusun rapih baju-baju adat pernikahan kota Palembang.

Saat memasuki kawasan ini saya baper sendiri masa hehe disini lengkap sekali design panggung pernikahan besera hiasannya , lalu di samping sini tuh ada contoh kamar pengantin lengkap dengan kasurnya. So far saya melihat di lantai satu ini penuh dengan hiasan merah maron dan emas gitu.



Berbeda dengan lantai 2 juga, di lantai 1 ini di bagian luar lebih banyak terdapat peninggalan sejarah mengenai kepemimpinan para pemimpin kota Palembang seperti adanya lukisan Sultan Mahmud Badarrudin II dan lainnya. Di beberapa sudut juga banyak spot foto bagus juga sih namun kali ini yang saya tampilkan hanya 1 saja yo soale sisa fotonya di kamera smartphone yang sudah rusak huhu. 

Oyaa,,, di Museum SMB II ini juga ada sebuah galeri gitu yang menjual accesoris khas kota Palembang mulai dari Bajunya, topi Tanjak Songket, dompet , baju batik,dan pernak pernik lainnya. Untuk harga dari accesoris disini sangat beragam mulai dari RP 5000 sampai ratusan ribu, so yang mau beli buat oleh-oleh bisa langsung disini. 

Menurut saya sebagai wisatawan tempat ini wajib di kunjungi saat kita ke Palembang. Tak perlu khawatir juga mengenai tempat parkir karena halaman museum ini sangat luas sekali dan kalau sore hari di kawasan ini banayk sekali pedagang kaki lima yang berjualan seperti baju, aneka makanan dan lainnya dengan harga lumayan terjangkau. 

Museum Negeri Balaputera Dewa 




Museum Negeri Balaputera Dewa atau yang kini resmi bernama Museum Negeri Sumatera Selatan. Berbeda dengan Museum SMB II yang saya kunjungi, tempat ini terlihat megah dari luas dan tau ga sih dalamnya luas banget dan di bagi beberapa wilayah gitu. Untuk tiket masuk kesini sangar murah sekali yaitu Rp 2000 saja. Secara umum, Museum Balaputera Dewa menyimpan berbagai koleksi dari zaman pra-sejarah, zaman Kerajaan Sriwijaya, zaman Kesultanan Palembang, hingga ke zaman kolonialisme Belanda. 





Karena Museum ini menyimpan berbagai koleksi dari beberapa zaman maka setiap zamannya itu ada ruangannya masing-masing.  Untuk tidak membuat bingung ruangan tersebut dikasih nama atau tingkatan sih sesuai dengan zamannya. Saat memasuki Museum ini suasananya keueung  kalau bahasa sundanya mah.  Sedihnya lagi saat saya berkunjung kesana tuh hanya saya saja dan Siti lho wisatawan nya. 

Suasana disini jauh lebih hijau dan banyak ruang terbuka hijau lainnya terutama dibagian belakang Museum yang banyak phon dan taman yang luas. Kalau yang sangat berminat dengan koleksi prasejarah sih pasti betah sekali disini karena bisa dibilang koleksinya itu sangat berlimpah dan berbeda di museum SMB II. Di bagian atas museum diisi berbagai ruangan sejarah sesuai zaman namun saat turun ke belakang museum disana lebih banyak koleksi mengenai kehidupan sehari-hari masyarakat kota Palembang.






Pernah melihat gambar uang di lembar RP 10.000, nah ini dia tempatnya.  Disini ada dua rumah khas kota Palembang dengan halaman yang luas.  Untuk masuk ke area ini kita ga perlu bayar lagi lho karena bisa dibilang masih kawasan museum.  Masyarakat umum bisa masuk ke rumah dalam rumah ini namun tetap ya ada aturannya. 

Rumah ini rumah panggung gitu jadi kalau mau masuk kesini kita akan naik tangga.  Didalamnya kita akan melihat ruang tamu dan kamar-kamar lengkap dengan isinya. Saat masuk kesini suasana adem sekali lho walau ga pakai pendingin ruangan. 





Kita hanya diperbolehkan masuk di rumah bagian depan saja dan tidak untuk bagian belakang. Tak apa lah ya , Rumah bagian depan juga isinya sangat lengkap kok mulai dari lemari-lemari antik, alat makan dan di dalam kamar-kamarnya juga masih terisi sangat lengkap. Banyak barang antik disana makanya kita para pengunjung tidak boleh sembarangan pegang barang dan untuk memasuki kamarnya itu kita hanya boleh sampai pintu saja.



Meski hanya boleh melihat isi kamar tidur dari luar dan tidak sembarangan menduduki atau memegang barang rasanya ga akan kecewa ya soale diluar kita bisa mendapat banyak spot foto yang ciamik. Jadi di luar rumah ini ada halaman yang luar biasa luasnya dan terlihat juga rumah-rumah khas kota Palembang dibeberapa sudut. Nah disini kita bebas berswafoto.

So far menurut saya kedua museum ini rekomen banget untuk dikunjungi, tempatnya pun tidak membosankan karena banyak spot-spot asyik untuk berfoto ( ini yang dicari yes demi feed instagram hehe ) selain itu kita bisa mendapatkan ilmu sejarah dan lebih menghargai jasa para Pahlawan. Sayang banget sih meski tiket masuknya sangat murah namun Museum ini sepi saat kemarin saya datang. Semoga saja ya, masyarakat kota Palembang dan sekitarnya bisa bermain-main kesini mengenal sejarah tentang kota mereka.

Dan apakah saya berminat untuk plesiran ke Palembang lagi? Ohh tentu karena masih banyak tempat wisata disana yang belum saya sempat kunjungi, doain ya semoga saya bisa secepatnya kesana lagi. Tak hanya Palembang saja sih, saya juga ingin traveling keliling Indonesia  bersama anak-anak menikmati setiap wisata disana terutama Indonesia bagian timur.

Sebenarnya tak sulit bagi saya untuk menuju kesana hanya duitnya aja sih yang sulit dan butuh sponsor hehe. Iya donk sponsor tak apa lah biaya menuju bandara saya yang tanggung tapi biaya pesawat dan selama disana sponsor yang tanggung hehehe ( Amin). Untuk menuju bandara Soekarno Hatta sendiri tidak sulit bagi saya biasanya kalau ke bandara saya selalu naik XTrans dari Bintaro Trade Center. Xtrans ini deket dengan rumah saya dan hanya beberapa menit. Untuk pesan tiketnya pun biasanya saya memilih tiket online karena kalau on the spot kadang suka penuh nah jadi kalau kalian mau pesan tiket bus bandara lebih baik ya online cuss deh ayo beli tiket bus bandara online karena lebih mudah, bisa atur jadwal dan tidak perlu menunggu.

9 comments:

  1. Kejayaan masa lalu di masa nya membuat kita kagum akan budaya daerah . Apalagi harga tiketnya cuma lima ribu rupiah dan museum ini Instagramable sehingga kita bisa menghemat biaya kalau mau foto produk

    ReplyDelete
  2. Ih udah lama banget aku nggak ke museum. Jalan-jalan ke palembang nggak sekedar menikmati pempek aja ya mbak. Jadi makin asik dan nggak biasa

    ReplyDelete
  3. Aku belum pernah ke Palembang :(. Padahal udah lama pengen karna banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi

    ReplyDelete
  4. Museumnya bagus2 ya mba..dan HTM nya murah sekaliii.. Semoga aku berkesempatan mampir suatu saat nanti.. aamiin..

    ReplyDelete
  5. Kok aku hanya kebanyang makanan khas palembang yak.. duh ternyata banyak tempat instagramable yang layak untuk dikunjungi ya saat berada di pelembang. Saya belum pernah ke Palembang, semoga suatu saat nanti bisa berkunjung ke musim yang ada di palembang, selain belajar sejarah juga bisa ootd juga disana

    ReplyDelete
  6. Keren banget mba, di Sulawesi juga banyak rumah panggung kayak gitu.
    Bahkan rumah adat atau mungkin bisa disebut musium juga dari rumah panggung kayu gitu.

    Unik dan instagramable emang :)

    ReplyDelete
  7. Cantik sekali bangunannya, isinya, tamannya, aahh.. Saya pingin ke sini deh biar ikut baper.

    ReplyDelete
  8. Sedih ya lokasi wisata sehebat ini sepi peminat. Mungkin anak sekolah bisa digerakkan ke museum museum tersebut ya. Menanamkan rasa cinta sejarah dg mengunjungi museum

    ReplyDelete

Dua Museum Di Palembang Yang Instagramable

Menikahlah denganku..Buat aku bahagia.. Kita bangun istana..Penuhi dengan cinta..