Perjalanan Cuci Darah Papa Hingga Bebas Dari Cuci Darah


 

"Mel, liat deh cimino papa bengkak dan tangan sakit banget", ngeluh papa sambil menunjukan cimino yang bengkak. 


Keluhan papa tentang Cimino sebenarnya sudah lama sekitar 2 bulan lebih namun makin kesini makin tambah parah, bengkak, membuat tangan papa sakit, bikin meriang juga sampai tidak bisa tidur, pokoknya sangat membatasi aktivitas deh. Nah kali ini saya sedikit sharing mengenai perjalanan operasi mematikan cimino dan membahas sedikit apa itu cimino, kenapa bisa bengkak dan apa penyebabnya. 

Cimino atau arteriovenous shunt atau arteriovenous fistula adalah prosedur operasi kecil untuk menghubungkan salah satu pembuluh arteri dengan vena

 Lalu apa sih kegunaan Cimino? Cimino berfungsi sebagai akses pembuluh darah yang terhubung ke mesin saat cuci darah, agar aliran darah ke mesin tetap lancar. Ya, buat pembaca setia blog atau yang berteman dengan saya di sosial media pasti tahu bahwa sekitar 3 tahun lalu atau 2017 papa di vonis gagal ginjal dan harus menjalankan Hemodialisa atau Cuci darah. 

Yups, untuk cuci darah sendiri setiap pasien harus dibuat jalur untuk memudahkan masuk dan keluarnya darah dari dalam tubuh dan ada beberapa akses yaitu cimino, CDL, cangkok arteri vena, kateter hemodialisis. Nah papa sendiri tahun 2017 sekitar 2 bulan HD dianjurkan oleh dokternya itu untuk langsung pakai akses Cimino yang mana keamanannya lebih baik dari yang lainnya. Untuk pasang cimino pasien harus melalui pemeriksaan yang panjang mulai dari cek lab untuk mengetahui fungsi ginjal, ke bagian urologi dan bedah vaskuler.






Penyebab papa cuci darah yaitu karena batu ginjalnya banyak lalu menghambat fungsi ginjal sehingga racun yang seharusnya dikeluarkan mengendap dan mau tidak mau harus cuci darah. Saat itu ureum dan creatin papa sangat tinggi, kalau tidak salah 14 koma sekian. Dan untuk penyebab seseorang cuci darah itu bermacam-macam mulai dari diabetes, darah tinggi dan masih banyak lagi. 

Mengenai pengalaman papa cuci darah saya pernah tuliskan disini  Dear Papa, Terima kasih untuk cinta dan kasihnya . Sebenarnya kalau mengingat saat beliau cuci darah itu sangat mengiris hati karena keadaan papa saat itu benar-benar memprihatinkan, berat badannya turun drastis bisa dibilang hanya tinggal tulang, beliau pun harus menggunakan popok dewasa, awal cuci darah sering banget drop dan harus dilarikan ke UGD, belum lagi saat cuci darah yang harus seminggu 2 kali, duh saya yang nganter dan menjaga beliau rasanya gak kuat melihat penderitaannya yang harus ditusuk 2 jarum besar selama 4 sampai 5 jam. 

Sesungguhnya melihat orang tua sakit, kita pun akan merasakan sakit batin yang amat namun kadang sulit untuk dikeluarkan. Saat cuci darah pun kita harus tetap menjaga kesehatan dan kekuatan fisik serta mental pasien dimana tak sedikit teman beliau saat cuci darah yang colaps dan pada akhirnya meninggal dunia. Percaya atau tidak banyak teman papa yang sudah meninggal dan itu yang kadang buat mental papa tuh drop, semacam hopeless gitu, menyerah bahkan berkali-kali beliau bilang kalau pada sebagian orang cuci darah itu hanya untuk penyambung hidup :'( 

Hmm,, oke mungkin saya cut dibagian segala pengalaman sedih, kesakitan selama HD atau Hemodialisa aka Cuci darah. 

Bebas Cuci Darah 


Alhamdulillah,, Allah Maha Baik, hampir 1 th cuci darah kondisi papa membaik, karena penyebab papa cuci darah itu batu ginjalnya banyak dan racunnya menumpuk akhirnya kita ikhtiar dimana mengatasi penyebabnya itu. Ya, papa menjalani ESWL atau extracorporeal shock wave lithotripsy adalah salah satu prosedur yang digunakan untuk menangani penyakit batu ginjal. ESWL merupakan teknik perawatan nonsurgical untuk mengobati batu ginjal atau ureter dengan menggunakan gelombang kejut energi tinggi. 

Untuk ESWL dilakukan tidak hanya satu atau 2 kali tapi sampai 4 kali. Dimana setiap habis ESWL harus rotgen dulu liat hasilnya lalu cek lab dll. Perjalanan untuk bebas cuci darah sangat panjang. Lalu kenapa bisa bebas cuci darah?. Nah ini dia saya bilang Allah Maha Baik, papa memiliki tekad kuat untuk sembuh, papa tadinya hopeless kembali semangat dimana karena cucu -cucu nya juga yang terus menyemangati agar Aki bisa sembuh. 

Metode Sembuh Dari Cuci darah ala Papa :

  • Memiliki tekad kuat ingin sembuh
Keinginan sembuh harus dari pasien sendiri, dimana saya pun percaya setiap kita ikhtiar, memiliki tekad kuat insya Allah semesta mendukung keinginan kita dan itu yang papa lakukan, berkat dukungan keluarga terutama cucu aka anak-anak saya papa memiliki tekad untuk sembuh. 
  • Menjaga pola makan
Untuk penderita gagal ginjal itu banyak sekali makanan yang dibatasi bahkan ada beberapa sayur dan buah yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita gagal ginjal, ya buah dan sayur memang baik tapi bisa jadi tidak baik untuk kondisi seseorang yang menderita gagal ginjal. 

Untuk pola makannya sendiri dulu itu papa makan labu siam ( entah disayur, direbus ), ikan, ayam, telor, melon dan pepaya. Udah itu aja dan ada batasan porsinya juga. Nah ini dj rumah ya, kalau saat cuci darah berlangsung biasanya pasien boleh makan apa aja ( tanda kutip ) hehe. Papa minum madu hitam pahit gitu bisa beli online. 
  • Olah raga ringan
Kondisi 2 bulan setelah cuci darah agak membaik dan sudah bisa jalan sendiri tidak pakai kursi roda atau popok dewasa, papa mulai olah raga ringan. Yups, setiap pagi selepas subuh papa sering jalan atau naik sepeda, tapi pasti setiap pagi beliau harus gerak salah satunya nyapu jembatan dekat rumah agar keluar keringat gitu.
  • ESWL 
Nah ini dia, tuntaskan penyebab kenapa harus cuci darah. Nah karena papa itu gegara gagal ginjal maka dihempaskanlah batu-batu yang ada di ginjalnya dengan ESWL atau extracorporeal shock wave lithotripsy adalah salah satu prosedur yang digunakan untuk menangani penyakit batu ginjal.
  • Sering konsultasi dengan dokter
Alhamdulillah selama menjalankan cuci darah papaku mendapatkan dokter dan perawat yang baik semua, tak segan bertanya apa yang harus dipantang, apa yang harus dilakukan agar sembuh dan masih banyak lagi. Ya, papa dan saya sering konsultasi ke dokter maupun perawat dan ikuti apa kata mereka does and don't itu kudu patuh banget. 
  • Berdoa 
Setelah kita iktiar tapi tetap ya jangan pernah tinggalkan ibadah dan yang terpenting terus berdoa tidak putus-putus, percayalah setiap doa akan dikabulkan entah kapan itu waktunya. 


Setelah semua dilakui mulai dari menjaga pola hidup dan makan, papa pun harus sering cek lab untuk melihat kadar ureum dan kreatinnya untuk mengetahui fungsi ginjalnya juga. Dua minggu sekali cek lab alhamdulillah membaik mendekati kadar normal nah kemudian waktu untuk cuci darah pun dikurangi mulai dari seminggu 2 kali kemudian menjadi seminggu sekali. Alhamdulillah cek lab terakhir ureum, creatin normal dan Alhamdulillah konsultasi sama dokter bisa bebas cuci darah namun masih dalam pantauan dan jika tidak kenapa-kenapa bisa lanjut bebas cuci darah. 

Hmm,,, perjalanan panjang memang untuk menuju tahap ini, tapi masya Allah, Allah Maha Baik membalas semua usaha papa yang ingin sekali sembuh. Tapi dokter bilang kalau gagal ginjal ini bisa kembali datang dan harus cuci darah jika pola hidup tidak baik dan apalagi laki-laki rentan sekali mengidap batu ginjal.


2 tahun tidak dipakai, Cimino bengkak dan harus Operasi




2 tahun bebas cuci darah, cimino masih aktif dan menjadi bengkak karena selama bebas cuci darah pula papa mulai aktif melakukan kegiatan yang bisa dibilang berat seperti ikut kerja bakti angkat-angkat gerobak, angkat-angkat batu dll padahal tahu kalau jika sudah pasang cimino sudah tidak boleh mengangkak beban berat tapi ya namanya juga orang tua kalau diem itu katanya badan malah tambah sakit. 

Yasudahlah, 2 bulan terakhir cimino ini makin membuat tidak nyaman, bengkak dan bikin meriang juga. Akhirnya saya dan papa memutuskan untuk ke dokter, solusinya seperti apa dan harus gimana. Keputusan akhirnya adalah harus di operasi, ya Cimino ini bisa saja ditutup / dimatikan namun jika ( amit-amit cuci darah lagi cimino ini tidak bisa digunakan dan harus pakai jalur lain). Dari rumah sakit satu ke satunya lagi dan satunya lagiiii akhirnya diputuskan untuk operasi namun sebelumnya harus berkonsultasi dan mendapatkan acc dari beberapa dokter. 

Ya, dari dokter urologi ( untuk melihat dan  mengecek fungsi ginjal, konsultasi, cek lab, rotgen ), lalu ke bedah vaskuler ( konsultasi, cek lab, rotgen) kemudian pemeriksaan jantung Elektrokardiogram (EKG) adalah pemeriksaan untuk mengukur dan merekam aktivitas listrik jantung setelah di acc baru deh dijadwalkan untuk operasi. 

Bolak balik melakukan cek lab dan rotgen menuju operasi kita sekeluarga dibuat terkejut dimana kenyataanya bahwa hasil rotgen di kedua ginjal papa itu terdapat kista, masih ada serpihan batu ginjal namun masih tidak apa-apa dan papa sendiri diketahui ada prostat. Ginjal papa pun juga ukurannya mengecil, hmm,, konsultasi ke dokter, dokter bilang untuk kista dan batu ginjal masih tahap tidak mengganggu kesehatan makanya dokter hanya mengobati prostat papa dengan minum obat. Meski begitu sebagai anaknya saya sendiri was-was sama keadaan beliau. 


Operasi saat pandemi berbeda dengan sebelum pandemi

Operasi saat pandemi itu sangat berbeda dengan sebelum pandemi dimana ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Virus covid-19 melanda dunia tidak terkecuali Indonesia dimana hampir 9 bulan lamanya masuk dan kita semua wajib mematuhi protokol kesehatan yaitu mencuci tangan dengan baik, menjaga jarak dan memakai masker jika keluar rumah.

Penerapan protokol kesehatan tidak hanya untuk kita saja, tempat umum seperti mall dan rumah sakit menerapkan juga untuk menekan penyebaran covid-19 ini. Untuk di rumah sakit sendiri setiap masuk kita wajib mencuci tangan, diukur suhu tubuh, menuliskan nama, diberi tanda ( ditempelkan potongan label)  dan masuknya pun hanya satu jalur saja jadi agar mudah tracking gitu. 

Suasana RS saat pandemi seperti ini juga beda, yang dulu sangat ramai dipenuhi orang yang berobat maupun menjenguk pasien pun bisa dibilang dibatasi. Ya, kalau dulu kita bebas menjengok orang yang habis lahiran maupun pasien yang sedang dalam perawatan, saat ini tidak lagi karena pasien hanya ditemani 1 anggota keluarga saja dan tidak boleh dijenguk. 


Prosedur sebelum operasi saat pandemi covid-19




Selama bolak balik dari RS satu ke satunya lagi penerapan protokol kesehatan bisa dibilang sama semua termasuk tindakan pembedahan. Begitu pula saat papa mau operasi dimana sebelumnya harus melakukan tes swab untuk pasien dan untuk yang nunggu hatus melakukan rapid test. 

Ya, papa harus melakukan PCR yang tersedia di rumah sakit tersebut. Pemeriksaan PCR swab menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan. Untuk biaya Swab sendiri tidak ditanggung oleh BPJS ya alias cash. Untuk biayanya sendiri yaitu Rp. 900.000 dan biaya untuk rapid test Rp 150.000. Agak besar sih biayanya bagi saya tapi apa boleh buat tindakan operasi harus segera dilaksanakan agar papa bebas dari nyeri. 

Selama hasil swab belum keluar papa lebih banyak di rumah dan mempersiap diri juga, kami semua deg-degan banget menunggu hasilnya. Ya you know lah, saat ini pasien yang positif covid -19 makin hari makin bertambah dan usia tua lebih rentan terkena apalagi memiliki penyakit bawaan. 

Setelah 2 hari menunggu hasil swab pun keluar dan papa dinyatakan negatif dan bisa lanjut untuk operasi. Tanggal 8 selepas magrib papa akhirnya operasi. Sebenarnya operasi ini adalah operssi kecil tapi tetap saja ya namanya operasi jangan dianggap enteng. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar dan hingga kini papa masih dalam recovery sih dan harus kontrol seminggu kemudian.Melihat prosedur dan segala keadaan saat pandemi kini membuat saya makin kencang berdoa dan berharap semoga pandemi cepat berakhir dan bisa hidup kembali normal. 




Ya, semua ada masanya dan belum lama ini saya baca di Halodoc mengenai  Vaksin Sinochem salah satu vaksin corona yang sedang di uji klinis di Indonesia ini seperti angin segar, meski masih dalam uji klinis tentunya saya dan lainnya juga berharap bahwa vaksin ini bisa menangkal covid-19. Halodoc memang salah satu pilihan saya untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai kesehatan, membeli obat dan membaca artikel kesehatan pun disana karena lebih terjamin kebenarannya. 

Buat kamu juga yang ingin mengetahui tentang covid-19 dan kesehatan lainnya bisa langsung buka aplikasi atau website Halodoc. Untuk konsultasi dengan dokter secara online juga responnya cukup cepat sih tidak sampai berjam-jam atau berhari-hari. 

Beryukur banget selama cuci darah, rotgen, cek lab, operasi pasang cimino maupun menutup cimino ini menggunakan BPJS jadinya free, huhu bisa dibayangin kan kalau ga free berapa besar biaya yang dikeluarkan 😥 Makanya bersyukur banget punya BPJS karena sangat membantu ya meski prosedurnya agak ribet tapi ya disyukuri saja. Oh ya waktu dulu saat masih HD atau cuci darah ada beberapa obat dan tabung yang tidak di cover BPJS juga sih hehe. Ya biarlah ya semua sudah berlalu.

Hmm,, okey sepertinya saya sudah menulis cukup panjang mengenai perjalanan papa hingga saat ini. Mengenai artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman dan kata-kata dokter. Tidak henti-hentinya berucap syukur bersyukur kepada Allah SWT yang sudah sangat mempermudah selama ini dan untuk Papa terima kasih karena sudah bertahan dan berjuang untuk tetap sehat, semoga sehat dan bahagia selalu ya Pa 🤗

















19 komentar

  1. Semoga papanya segera sehat kbali, Mbak Amel. Perjuangan untuk kesembuhan panjang juga ya ... in syaa Allah akan membaik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah dengan Halodoc bisa berkonsultasi tentang kesehatan ya sebelum memutuskan ke rumah sakit

      Hapus
  2. Mel, aku juga mendapatkan manfaat banget pakai Halodoc. Inget banget pas pulkam trus Aqsa sakit gatal bernanah itu, aku konsul sama diresepin obat lewat Halodoc. Alhamdulillah ngga usah sampai ke dokter. Serem juga soalnya ke faskes sekarang2 ini.

    BalasHapus
  3. Amiin ya rabb...
    Sehat2 ya buat Papa Amel...
    Luar biasa Papa n anaknya pejuang tangguh.
    Amel sehat2 juga yaa

    BalasHapus
  4. Ya Allah , sedih baca tulisannya tapi senang sekarang sudah Sehat ya. Jadi lebih paham soal Cimino dll. Semoga sehat terus papanya ya

    BalasHapus
  5. Semoga papanya sehat selalu ya, Mel. Berkah buat Amel mendampingi papa penuh ikhlas

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah Papahnya bisa membaik ya mba, semoga beliau selalu di beri kesehatan yaa. Baca ini saya jadi kakak saya, semoga kakak saya juga bisa membaik :D

    BalasHapus
  7. Daya juang Papa sungguh luar biasaaaa ya Mba
    MasyaALLAH aku juga saluuttt dgn kesaabaran mba Amel. semoga berbuah pahala dan berkah melimpah ya
    Btw, Halodoc memang sangat bisa diandalkan untuk referensi ksehatan ya mbaaa

    BalasHapus
  8. Benar - benar perjuangan panjang tapi Alhamdulillaaaah semua berakhir dengan baik yaa mba.. saat sakit memang harus ikhtiar sembuh

    BalasHapus
  9. Alhamdulillah bisa bebas dari cuci darah. Jaga terus pola hidup yang mulai teratur dengan baik.

    Semoga kita juga senang menjaga kesehatan sedari sekarang karena kalau sakit itu tidak enak.

    BalasHapus
  10. Duh saya ikut deg2an membacanya. Semoga papanya segera pulih sehat kembali ya mbaa..

    BalasHapus
  11. semoga lekas pulih dan terus sehat lagi yaa mbaa.. memang kudu telaten banget ya dengan hari tuanya ortu, sekaligus jadi teguran agar kita2 yang masih sehat ini bisa lebih menjaga diri

    BalasHapus
  12. Perjuangan yang luar biasa ya papanya Mba, semoga segera dipulihkan kembali.
    Betul banget tuh, niat kuat buat sembuh itu luar biasa membantu.

    Bapak mertua saya, divonis jantung sejak muda, berkali masuk RS, Alhamdulillah beliau selalu niat kuat buat sembuh, bahkan sekarang di usia 78 tahun, beliau masih bisa beraktifitas dengan normal, masih sering sepedaan pula kalau ga pandemi.
    Masih bisa bantu momong cucu.
    Alhamdulillah.

    bTW Halodoc ini membantu banget ya :)

    BalasHapus
  13. Sehat sehat selalu Papa, semangat mbak saya ikut terhanyut baca perjuangan Ayah Mbak. 😭

    BalasHapus
  14. wow hebat, bsia ebbas cuci darah, salut , semoga sehat2 selalu

    BalasHapus
  15. Emang obat paling mujarab itu adalah tekad kuat untuk sembuh dan doa ya, mbak.. Semoga papanya selalu sehat. Aamiin..

    BalasHapus
  16. Ikut bersyukur Mel papamu sudah lepas dari cuci darah ya. Semoga aja nggak muncul batu ginjal baru lagi ya, harus dijaga bener konsumsi makanan yang masuk ke tubuh.

    BalasHapus
  17. Aamiin aamiin, semoga sehat selalu papanya Mbak Amel. Merinding aku bacanya, setelah 11 tahun perjuangan ya Mbak.... Salut aku.... Salam hormat buat papa ya Mbaaa....

    BalasHapus

Hallo, mohon tidak komentar dengan link hidup ya 😉